Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Singapura Legalkan Tes Napas, Apa Bedanya dengan GeNose?

Tes napas yang bernama BreFence Go Covid-19 mirip dengan cara kerja GeNose C19 karena sama-sama menggunakan napas untuk mendeteksi Covid-19.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  14:05 WIB
Calon penumpang kereta api menyerahkan kantong tes deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 kepada petugas kesehatan untuk diperiksa di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). - Antara
Calon penumpang kereta api menyerahkan kantong tes deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 kepada petugas kesehatan untuk diperiksa di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Singapura mulai melakukan uji coba tes napas untuk mendeteksi Covid-19. Sistem analisis napas ini sekilas mirip dengan GeNose yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Sistem deteksi napas ini dikembangkan oleh startup spin off  Breathonix dari National University  of Singapore. Cara kerja sistem uji napas yang dinamakan BreFence Go Covid-19 tak jauh berbeda dengan analis napas untuk mengetahui kadar alkohol di dalam tubuh.

Seseorang hanya perlu meniupkan napasnya ke katup satu arah, lalu napas tersebut akan dibandingkan dengan napas seseorang yang mengidap Covid-19 melalui sebuah software.

Dilansir Bloomberg, Senin (24/5/2021), Singapura akan melakukan uji coba BreFence Go Covid-19 bagi pendatang dari Malaysia di Tuas Checkpoint. Nantinya, siapapun yang terdeteksi positif menggunakan alat ini akan ditindaklanjuti dengan tes PCR.

Hingga saat ini, Negeri Singa ini masih mengandalkan tes cepat Antigen dan PCR untuk mendeteksi Covid-19.

Alat ini telah dilakukan uji coba di Singapura dan Dubai. Dari uji klinis di Singapura, hasil menunjukkan tingkat sensitivitas sebesar 93 persen dan spesifitas 95 persen yang melibatkan 180 pasien.

Sementara itu, Indonesia telah lebih dulu menggunakan sistem analisis napas untuk mendeteksi Covid-19 yang bernama GeNose C19. Sistem tersebut dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada dan saat ini telah dipakai 1 juta orang di stasiun kereta api hingga 22 Mei 2021 sejak mulai diperkenalkan pada 5 Februari 2021. 

Selain kereta api, GeNose juga digunakan di sejumlah pelabuhan dan bandar udara. Sistem analisis napas ini memiliki akurasi tak jauh berbeda jika dibandingkan tes cepat Antigen. Apalagi, GeNose dibandrol sangat murah mulai dari Rp30.000, jauh berbeda dengan Antigen yang saat ini berada di kisaran Rp150.000-Rp300.000.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura Genose
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top