Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Operasi Ketupat 2021, Ada 5.597 Kasus Gangguan Kamtibmas

Tim gabungan TNI-Polri tidak hanya bertugas melakukan larangan mudik terharap para pemudik, juga melakukan pengamanan dan menjaga situasi kamtibmas.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  19:09 WIB
Operasi Ketupat 2021, Ada 5.597 Kasus Gangguan Kamtibmas
Petugas posko penyekatan larangan mudik KM 31 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memeriksa kelengkapan surat kendaraan pemudik pada H-1 Idulfitri 2021. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Polri mengungkapkan, ada 5.597 kasus yang terjadi selama 12 hari Operasi Ketupat 2021 digelar di seluruh Indonesia.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengemukakan, dari total 5.597 kasus tersebut, ada tiga kasus yang paling banyak terjadi selama Operasi Ketupat 2021, yaitu tindak pidana narkotika sebanyak 592 kasus, 540 kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan 297 kasus penggelapan.

"Situasi kamtibmas selama 12 hari pelaksanaan Operasi Ketupat, pertama gangguan Kamtibmas yang timbul selama 12 hari sebanyak 5.597 kejadian dengan 3 kasus menonjol," tuturnya, Rabu (19/5/2021).

Berkaitan dengan Operasi Ketupat 2021, tim gabungan TNI-Polri tidak hanya bertugas melakukan larangan mudik terharap para pemudik, juga melakukan pengamanan dan menjaga situasi kamtibmas.

"Tentunya dalam Operasi Ketupat 2021, tidak hanya mencegah mesyarakat melakukan mudik, tetapi juga menjaga situasi kamtibmas,” tambahnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

operasi ketupat Larangan Mudik Lebaran
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top