Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Cukup SK Non-job, Eks Jubir KPK: Buzzer Terus Fitnah Novel Baswedan

Fitnah yang paling sering ditudingkan kepada Novel Baswedan adalah terkait radikalisme hingga dia disebut sebagai Taliban KPK.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  13:54 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) menyapa awak media usai rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2/2020). -  ANTARA / Dhemas Reviyanto
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) menyapa awak media usai rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2/2020). - ANTARA / Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyayangkan banyak pihak terus berusaha menjatuhkan penyidik senior KPK Novel Baswedan dengan menebar fitnah hingga hoaks.

“sdg liat2 twitter, trnyata tdk cukup menyingkirkan dg SK non-job yg bermasalah scr hukum. dlm 2 hari idul fitri ini para buzzer terus menebar fitnah dan isu dusta untuk menyerang kredibilitas Novel Baswedan. Di hari yg suci ini, bahkan. Isu basi yg selalu dimainkan sjk lama,” cuitnya melalui akun Twitter @febridiansyah, Jumat (14/5/2021).

Fitnah yang paling sering ditudingkan kepada Novel terkait radikalisme hingga dia disebut sebagai 'Taliban KPK'.

Sebelumnya, Febri menyebutkan bahwa penonaktifan 75 pegawai KPK, termasuk Novel di dalamnya, tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Pasalnya, Putusan Mahkamah Konstitudi menegaskan bahwa peralihan status menjadi ASN tidak boleh merugikan pegawai KPK.

Adapun, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi ASN menuai polemik. Banyak pihak menilai alih status tersebut lebih baik ditempuh dengan cara asesment ketimbang seleksi atau tes.

Hal itu juga disampaikan oleh Novel Baswedan dalam cuitannya melalui akun Twitter @nazaqistsha beberapa waktu lalu.

“Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), bukan tes kompetensi atau tes utk seleksi. Dlm UU 19/2019 dan Putusan MK jelaskan peg KPK mjd ASN hanya bersifat peralihan yg tdk boleh merugikan pegawai KPK. Tp digunakan utk singkirkan 75 peg, bbrp sdg tangani kasus besar,” cuitnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK novel baswedan
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top