Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Panasonic Setop Produksi Televisi di Jepang

Panasonic terakhir memproduksi televisi yang dibuat di Jepang di pabriknya di utara Tokyo pada akhir Maret 2021.
Logo Panasonic. /ANTARA
Logo Panasonic. /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Para pejabat Panasonic memastikan bahwa perusahaannya tidak lagi memproduksi pesawat televisi di Jepang. Panasonic akan berfokus pada produksi di luar negeri.

Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK) pada Rabu (12/5/2021), Panasonic terakhir memproduksi televisi yang dibuat di Jepang di pabriknya di utara Tokyo pada akhir Maret 2021. Para pejabat perusahaan itu mengungkapkan bahwa produksi dalam jumlah kecil itu menghabiskan biaya yang tinggi sehingga berdampak buruk terhadap pendapatan perusahaan.

Produksi televisi akan tetap dilanjutkan di Malaysia, Republik Ceko, dan sejumlah negara lainnya.

Raksasa elektronik itu juga tengah bernegosiasi untuk mengalihdayakan produksi TV LCD ukuran kecil dan menengah kepada pesaingnya dari China, TCL.

Panasonic memulai produksi televisi domestik pada 1952 ketika perusahaan itu masih bernama Matsushita Electric Industrial Company. Penjualan global televisi Panasonic melampaui 20 juta unit pada puncaknya di tahun fiskal 2010.

Perusahaan-perusahaan elektronik Jepang lainnya telah menarik diri dari produksi televisi dalam negeri. Salah satu pesaing Panasonic, Hitachi telah berhenti memproduksi televisi di dalam Jepang pada 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rezha Hadyan
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper