Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Video Paksa Mudik Viral, Ini Tanggapan Dokter Relawan Covid-19

Dokter Relawan Covid-19 Fajri Addal menjelaskan bahwa ada kesalahan pola pikir pada orang-orang yang ada dalam video tersebut.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 Mei 2021  |  17:22 WIB
Petugas saat operasi di posko penyekatan Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (6/5/2021). Jalur itu menghubungkan Kabupaten Kediri-Batu. - Antara
Petugas saat operasi di posko penyekatan Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (6/5/2021). Jalur itu menghubungkan Kabupaten Kediri-Batu. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah video dengan narasi memaksakan mudik viral. Dokter relawan menanggapi bahwa hal tersebut merupakan pola pikir yang salah.

Dalam video yang beredar di media sosial disebutkan bahwa mudik dilarang atau tidak pandemi tetap ada. Dengan tetap mudik, setidaknya mereka bisa bertemu orang tua di kampung halaman tahun ini karena belum tentu bisa bertemu lagi tahun depan.

Dokter Relawan Covid-19 Fajri Addal menjelaskan bahwa ada kesalahan pola pikir pada orang-orang yang ada dalam video tersebut.

Pertama, berbagai studi sudah menyatakan bahwa semakin banyak orang berpindah, virus juga akan makin banyak tersebar.

“Virus enggak bisa dia terbang sendiri, pasti harus ada orang atau benda yang membawa ialah manusia, yang membawa. Semakin banyak orang yang keluar, angka penularan akan semakin meningkat, ini otomatis angka-angka kematian juga akan meningkat,” ungkap dokter Fajri pada Dialog Serba Serbi Covid-19 yang disiarkan di kanal Youtube BNPB, Selasa (11/5/2021).

Artinya, semakin banyak penularan, otomatis angka kematian dan kesakitan yang berat akan bertambah banyak. Angka kesembuhan yang saat ini sudah 91,5 persen akan menurun dan kematian yang masih 2 persen akan terus bertambah.

“Ini harus betul-betul dipahami oleh masyarakat. Pernyataan mudik enggak mudik Covid-19 tetap ada, itu adalah mindset yang sangat salah. Coba dibalik, bahwa kalau, misalnya, kita mudik sekarang, belum tentu nanti kita ketemu orang tua juga tahun depan karena tertular virus saat kita ke kampung halaman,” kata dokter Fajri.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Larangan Mudik Lebaran Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top