Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Busryo Muqqodas Sebut Isu Taliban di KPK Hoaks Politik, Ini Alasannya

Isu radikalisme dan taliban di Komisi Pemberantasan Korupsi kian tak relevan karena beberapa pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan beragama Nasrani dan Buddha.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  17:27 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas saat di PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (4/9/2018) - Bisnis / Muhammad Ridwan
Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas saat di PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (4/9/2018) - Bisnis / Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menyebut bahwa isu taliban yang menjadi alasan Novel Baswedan Cs tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) adalah hoaks politik.

Pasalnya, kata Busyro, dari 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan, delapan diantaranya beragama Nasrani dan Buddha.

"Fakta ini menunjukkan bahwa isu radikalisme, taliban, sama sekali tidak pernah ada," kata Busyro dalam diskusi daring, Jumat (7/5/2021).

Dia menjelaskan fakta tersebut justru menunjukan adanya radikalisme politik yang dilakukan oleh buzzer. "Radikalisme yang dilakukan imperium buzzer yang selalu mengotori perjalanan nilai-nilai keutamaan bangsa itu," katanya.

Lebih lanjut, sebagai alumnus pimpinan KPK, dia mengajak semua pihak untuk menyematkan KPK. Busyro menegaskan, jangan sampai ke-75 pegawai KPK itu dipaksa mundur dengan alasan apapun.

"jangan sampai 75 pegawai KPK itu dipaksa mundur dengan dalih apapun juga, Karena tes wawasan kebangsaan itu tidak memiliki legitimasi moral, akademis, dan metodelogi," ujarnya.

Adapun Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, sebanyak 75 pegawainya dinyatajan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Diketahui, Berdasarkan informasi yang dihimpun setidaknya ada 75 pegawai yang berpotensi tidak lolos. Terdapat beberapa nama besar di antara 75 pegawai itu, misalnya, Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, kasatgas dari internal KPK, pengurus inti wadah pegawai, dan puluhan pegawai KPK yang berintegritas.

"Pegawai yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 75 orang," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2021).

Ghufron mengatakan sebanyak 1.351 pegawai KPK mengikuti tes tersebut. Sevabyak 1.274 lainnya dinyatakan memenuhi syarat dan dua lainnya tidak hadir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK politik
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top