Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Catat! Biaya Vaksin Gotong Royong Ditanggung Perusahaan, Bukan Pekerja

Program vaksinasi mandiri atau Gotong Royong ini direncanakan dimulai pada 17 Mei 2021 atau setelah Hari Raya Idul Fitri.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  15:59 WIB
Kotak-kotak berisi vaksin Covid-19 tertumpuk saat proses produksi di Beijing Biological Products Institute, unit dari China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan Sinopharm di Kota Beijing, China, Jumat (26/2/2021).  - ANTARA/REUTERS
Kotak-kotak berisi vaksin Covid-19 tertumpuk saat proses produksi di Beijing Biological Products Institute, unit dari China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan Sinopharm di Kota Beijing, China, Jumat (26/2/2021). - ANTARA/REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara BUMN dan Koordinator Komunikasi Publik KPCPEN Arya Sinulingga menegaskan bahwa pekerja atau karyawan tidak akan dibebani biaya vaksinasi Covid-19 melalui program vaksin Gotong Royong.

“Jadi yang nanggung [biaya] adalah pengusahanya. Buruh atau karyawannya tetap gratis,” katanya dalam sebuah diskusi dikutip dari YouTube Kominfo, Kamis (6/5/2021).

Hal itu, sambungnya, nantinya akan diatur dalam peraturan yang diterbitkan pemerintah. Adapun, program vaksinasi mandiri atau Gotong Royong ini direncanakan dimulai pada 17 Mei 2021 atau setelah Hari Raya Idul Fitri.

Arya mengatakan bahwa tanggal tersebut dipilih agar semua pihak terkait di dalamnya bisa lebih dulu menyelesaikan perayaan Idulfitri. “Jadi biar fokus Lebaran dulu,” ujarnya.

Pemerintah juga sudah menyepakati bahwa vaksin Gotong Royong akan menggunakan vaksin Sinopharm.

Terkait harga yang dibebankan ke perusahaan, Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan masih melakukan pendampingan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa vaksinasi gotong royong akan diprioritaskan berdasarkan zonasi risiko penularan Covid-19 dan perusahaan yang sudah mendaftarkan diri di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Dia menyebutkan bahwa jenis industri yang menjadi prioritas adalah industri padat karya atau yang menyerap banyak tenaga kerja manusia.

"Dilaporkan mengenai vaksin Gotong Royong dan prioritas berbasis zonasi dan juga perusahaan-perusahaan yang daftar di Kadin, dan tentu jenis industri yang diutamakan padat karya," kata Airlangga dalam konferensi pers seperti yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

Lebih lanjut, pekerja asing yang memiliki kartu izin tinggal terbatas (KITAS) atau kartu izin tinggal tetap (KITAP) juga bisa menggunakan mekanisme vaksin gotong royong.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Covid-19 Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top