Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Didukung Pemerintah AS, Akhirnya Pfizer Bisa Ekspor Vaksin

Terbatasnya suplai vaksin secara global telah memaksa sejumlah negara melakukan pembatasan ekspor sehingga membuat produsen harus membatasi produksi vaksin ke negara lainnya.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  08:38 WIB
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer. - Antara/Reuters
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Administrasi Presiden Joe Biden mendukung rencana Pfizer Inc. untuk mengekspor vaksin buatan Amerika Serikat.

“Kami senang melihat mereka [Pfizer] yang mulai bekerjasama dengan sejumlah negara untuk membantu menambah pasokan vaksinnya,” kata Koordinator Satgas Covid-19 Jeff Zients, dikutip dari Bloomberg, Selasa (4/5/2021).

Kanada dan Meksiko adalah dua negara yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 besutan Pfizer dalam waktu dekat. Ini adalah pengiriman untuk pertama kalinya ke luar negeri karena selama ini vaksin Pfizer BioNTech yang dibuat di AS hanya diperuntukkan untuk Negara Paman Sam.

Pernyataan Zients tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa AS tidak akan menghalangi rencana Pfizer untuk memasok vaksin ke luar negeri.

Dalam keterangan resminya, Pfizer menyatakan perusahaan mulai melakukan ekspor vaksin, tetapi tidak mengemukakan negara yang dituju.

“Kami akan terus memanfaatkan fasilitas rantai pasok untuk mengirimkan vaksin ke pemerintah [negara-negara], menepati komitmen kami, dan memastikan pengiriman dilakukan secara berkelanjutan,” demikian ditulis dalam keterangannya.

Pfizer diperdagangkan naik 3 persen di New York pada Senin lalu, sedangkan saham mitranya BioNTech SE di Amerika Serikat tumbuh 11 persen.

Terbatasnya suplai vaksin secara global telah memaksa sejumlah negara melakukan pembatasan ekspor sehingga membuat produsen harus membatasi produksi vaksin ke negara lainnya.

Produksi vaksin di AS sebenarnya bukanlah objek pelarangan ekspor, tetapi pesanannya didominasi oleh pemerintah sehingga memaksa produsen memprioritaskan permintaan domestik.

Berdasarkan Bloomberg Vaccine Tracker, permintaan vaksin di AS mulai turun menjadi 2,4 juta suntikan per hari pada pekan lalu. Tak hanya itu, Centers for Disease Control and Prevention menyatakan 40 persen penduduk di Negara Paman Sam ini sudah divaksin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat pfizer

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top