Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dibuka Juni, Ini Perbedaan 'Wajib Militer' Versi Prabowo dengan Negara Lain

Kemhan menegaskan Komcad bukan wajib militer karena masyarakat tidak diwajibkan untuk mengikuti serangkaian kegiatan kemiliteran.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  21:11 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) disaksikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono (kiri) dan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal (kedua kiri) saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepualauan Riau, Rabu (5/2/2020). - Antara
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) disaksikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono (kiri) dan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal (kedua kiri) saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepualauan Riau, Rabu (5/2/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pertahanan akan mulai merekrut Komponenan Cadangan (Komcad) guna mendukung sistem pertahanan negara pada bulan Juni 2021.

Komponen ini berbeda dengan wajib militer di sejumlah negara. Keberadaan komcad telah diatur dalam UU Nomor 23/2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara.

Dalam sebuah pernyataan resminya beberapa waktu lalu, pihak Kemhan menegaskan Komcad bukan wajib militer. Masyarakat tidak diwajibkan untuk mengikuti serangkaian kegiatan kemiliteran.

Hal ini berbeda dengan konsep wajib militer di negara lain. Austria misalnya, penduduk di bawah usia 35 tahun wajib mengikuti pendidikan militer minimal 6 bulan atau Singapura yang mewajibkan penduduk di usia 18 tahun ikut pendidikan militer.

Adapun pendaftaran komcad dibuka secara sukarela untuk usia 18-35 tahun. Pendaftar akan mengikuti serangkaian seleksi. Jika dinyatakan lulus syarat awal, dilanjutkan dengan mengikuti latihan militer selama tiga bulan.

Setelah itu, barulah peserta diangkat menjadi komponen cadangan. Para komcad juga akan memiliki komandan pasukan. Selain itu, komponen ini bakal diberikan latihan penyegaran dalam waktu tertentu secara reguler.

Selesai mengikuti latihan dasar, mereka dipersilakan kembali menjalani profesi semula.

Komponen cadangan nantinya hanya akan digunakan saat kondisi darurat. Mereka baru diturunkan setelah ada perintah mobilisasi dari Presiden dan disetujui oleh DPR.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan akan segera membuka pendaftaran Komponen Cadangan (Komcad) Pertahanan.

Dikutip dari laman Kemhan, Selasa (4/5/2021), seleksi penerimaan akan diadakan pada minggu pertama hingga ketiga Juni 2021.

Selanjutnya, pendidikan pelatihan dasar kemiliteran akan diselenggarakan selama tiga bulan yamg dimulai sejak minggu keempat Juni hingga September 2021.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan bahwa perekrutan Komcad dilakukan atas dasar sukarela masyarakat.

Sebagai langkah awal, pendidikan dan pelatihan akan dilaksanakan di Pulau Jawa dengan alokasi calon Komcad sebanyak 2.500 orang.

Pendidikan akan dilaksanakan di beberapa Rindam yang ada di Pulau Jawa yaitu Rindam Jaya/Jayakarta, Rindam III/Siliwangi,  Rindam IV/Diponegoro, dan Rindam V/Brawijaya.

Lebih lanjut, penerimaan tahap pertama diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa, PNS, dan pegawai BUMN atau swasta, serta pembina muda Pramuka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura kementerian pertahanan wajib militer
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top