Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ICJR Desak Pemerintah Evaluasi Semua Operasi Aparat di Papua

Direktur Eksekutif ICJR menilai pelabelan KKB sebagai salah satu organisasi teroris penuh kepentingan politik bukan untuk menyelesaikan permasalahan kriminalitas di Papua.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 02 Mei 2021  |  12:45 WIB
Pasukan gabungan TNI dan Polri tiba di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu pagi (1/5/2021). - Antara
Pasukan gabungan TNI dan Polri tiba di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu pagi (1/5/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Institute for Criminal Justice Reform, ICJR, angkat bicara atas penggunaan label organisasi teroris terhadap kelompok kriminal bersenjata oleh Pemerintah.

Direktur Eksekutif ICJR Erasmus Napitupulu menyarankan agar Polri fokus membenahi internal atau mengevaluasi kinerja Satgas Nemangkawi yang selama ini dianggap masih membiarkan KKB Papua berkeliaran di Bumi Cenderawasih.

Dia juga menilai pelabelan KKB sebagai salah satu organisasi teroris penuh kepentingan politik bukan untuk menyelesaikan permasalahan kriminalitas di Papua.

"Jadi sebaiknya Presiden Jokowi memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengevaluasi lagi semua operasi yang ada di Papua," tuturnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/5/2021).

Erasmus berpandangan pelabelan teroris terhadap KKB  telah melanggar undang-undang (UU) Terorisme, meskipun pemerintah memakai Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas UU Nomor 15 Tahun 2003. Pangkalnya, bagi dia, KKB adalah gerakan separatis yang merupakan etnonasionalis.

"Belajarlah dari GAM (Gerakan Aceh Merdeka), pelabelan teroris itu hanya akan membawa dampak destruktif dan mengorbankan nilai-nilai HAM," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua kkb terorisme uu terorisme
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top