<p><strong>Bisnis.com</strong>, DHAKA - Di tengah masih merebaknya wabah Covid-19, Pemerintah <a href="https://www.bisnis.com/topic/16944/bangladesh" target="_blank" rel="noopener">Bangladesh</a> harus menghentikan pemberian vaksis dosis pertama kepada warganya.</p><p>Penghentian vaksinasi terpaksa dilakukan Bangladesh karena krisis stok vaksin dan ketidakpastian pengiriman <a href="https://www.bisnis.com/topic/53942/Vaksin-Covid-19" target="_blank" rel="noopener">vaksin Covid-19</a> selanjutnya dari <a href="https://www.bisnis.com/topic/802/india" target="_blank" rel="noopener">India.</a></p><p>Kondisi itu membuat Pemerintah Bangladesh membuat keputusan pahit, menyetop pemberian dosis pertama vaksin AstraZeneca di seluruh wilayah negeri itu mulai Senin.</p><p>Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan, yang berada di bawah Kementerian Kesehatan, mengeluarkan edaran keputusan tersebut pada Minggu (25/4/2021).</p><p>Sekjen Komite Satgas Covid-19 Bangladesh Md Shamsul Haque mengatakan kepada awak media keputusan itu diambil lantaran kurangnya persediaan vaksin.</p><p>Menurutnya, pemberian dosis kedua vaksin Covid-19 akan berjalan sesuai rencana.</p><p>Sejauh ini hampir 6 juta orang di Bangladesh telah disuntik dosis pertama vaksin.</p><p>Bangladesh pada 21 Januari memperoleh 2 juta dosis vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institut India sebagai hadiah.</p><p>Pemerintah lantas membeli lagi 5 juta dosis vaksin dari lembaga India tersebut, yang mendarat di Bangladesh pada 25 Januari.</p><p></p>
Gawat! Stok Vaksin Kurang, Vaksinasi Tahap Pertama Terpaksa Dihentikan
Penghentian vaksinasi terpaksa dilakukan Bangladesh karena krisis stok vaksin dan ketidakpastian pengiriman vaksin Covid-19 selanjutnya dari India.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel