Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

On Eternal Patrol, Awak KRI Nanggala-402 Kini Berpatroli di Keabadian

On Eternal Patrol yang berarti berpatroli selamanya atau berpatroli abadi. Perjalanan menuju keabadian dijalani para awak kapal selam KRI Nanggala-402 dengan ketabahan.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 26 April 2021  |  10:57 WIB
KRI Nanggala-402 - Antara
KRI Nanggala-402 - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kalimat On Eternal Patrol dalam satu jam terakhir dicuitkan netizen hingga 1.100 kali.

Hal itu termonitor pada sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (26/4/2021).

Kalimat itu menggambarkan ungkapan duka, bangga, serta simpati kepada para awak kapal selam KRI-Nanggala-402 yang telah dinyatakan gugur.

On Eternal Patrol yang berarti berpatroli selamanya atau berpatroli abadi. Perjalanan menuju keabadian dijalani para awak kapal selam KRI Nanggala-402 dengan ketabahan.

Paling tidak begitu yang dituliskan warganet di media sosial Twitter.

Mereka seakan telah siap menjalani perjalanan menuju keabadian sambil memegah teguh moto "wira ananta rudira", yang berarti "tabah sampai akhir".

Dikutip dari wikipedia, KRI Nanggala-402 atau dikenal juga dengan nama Nanggala II merupakan kapal selam kedua dalam jenis kapal selam kelas Cakra.

KRI Nanggala berada di bawah kendali Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur. Kapal ini merupakan kapal kedua yang menyandang nama Nanggala dalam jajaran TNI AL dan termasuk dalam armada pemukul TNI Angkatan Laut.

KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu, 21 April 2021 saat melakukan latihan penembakan torpedo di Laut Bali.

Saat itu, kapal selam ini membawa 53 awak. KRI Nanggala kemudian dinyatakan tenggelam pada Sabtu, 24 April 2021 oleh TNI AL setelah ditemukannya puing-puing yang diduga berasal dari kapal selam tersebut.

Nama Nanggala berasal dari nama senjata tombak milik Prabu Baladewa dalam cerita pewayangan. Senjata tersebut digambarkan pada lencana KRI Nanggala.

Pemberian nama Nanggala II pada kapal selam ini dimaksudkan untuk membedakan dengan KRI Nanggala S-02, kapal selam lain yang usianya lebih tua.

Perairan Bali

Setelah lima hari hilang, kapal selam KRI Nanggala-402 akhirnya ditemukan tenggelam di perairan Bali.  Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) TNI Yudo Margono.

Dia menuturkan keberadaan KRI Nanggala-402 terdeteksi oleh KRI Rigel yang sedang melaksanakan multibeam echosounder pada Minggu (25/4/2021) 2021 tepatnya pukul 01.00 WITA.

Tenggelamnya KRI Nanggala-402 menyisakan duka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Panglima TNI Hadi Tjahjanto mewakili TNI turut menyampaikan duka cita usai menyatakan bahwa 53 personil KRI Nanggala-402 telah gugur.

Kapal MV Swift Singapura menemukan KRI Nanggala-402 di kedalaman 838 meter.

Kondisi yang ada pada KRI-Nanggala-402 membuat 53 prajurit dinyatakan gugur. Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan duka cita mendalam atas gugurnya 53 orang prajurit TNI AL saat menjalankan tugas di KRI Nanggala-402.

Gugurnya awak KRI Nanggala-402 ditetapkan berdasarkan sejumlah bukti otentik yang ditemukan.

"Prajurit-prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di Perairan Utara Bali. Atas nama TNI saya sampaikan duka cita kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur," ujarnya pada konferensi pers, Minggu (25/4/2021).

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) TNI Yudo Margono menjelaskan KRI Nanggala-420 pada hari Minggu (25/4/2021) 2021 pukul 01.00 WITA terdeteksi oleh KRI Rigel yang sedang melaksanakan multibeam echosounder dan pertama kali diketahui pada kedalaman 800 meter.

Kemudian, karena peralatan KRI Rigel yang terbatas, pencarian dibantu MV swift rescue bantuan dari Singapura, dan mendapatkan identifikasi pada 07.30 WITA. ROV Singapura mendapati bagian-bagian dari KRI Nanggala. KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian.

Yudo Margono mengatakan pada pukul 09.04 WITA, ROV Singapura mendapatkan kontak visual dengan KRI Nanggala-402. Tepatnya pada posisi berjarak kurang lebih 1.500 yard di arah Selatan pada kedalaman 838 meter.

Yudo Margono mengatakan bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam terjadi bukan karena terjadi "human error" (kesalahan manusia), tetapi faktor alam.

Menurutnya, proses menyelam itu sudah melalui prosedur yang benar. Jadi mulai laporan pengalaman, kemudian terdengar dari penjejak kemarin itu sudah melaksanakan peran-peran, peran persiapan kapal bertempur, kemudian peran menyelam dan sebagainya.

Selain itu, kata Kasal, saat menyelam juga diketahui lampu kapal masih menyala semua. Hal ini berarti tidak terjadi blackout, namun saat menyelam, kontak dari kapal langsung hilang dan nantinya akan diinvestigasi.

Dia menambahkan bahwa pada Tahun 2012, KRI Nanggala overhaul di Korea, setelah di Indonesia sudah dilaksanakan tingkat perbaikan. Baik dari pemeliharaan menengah hingga pemeriksaan rutin.

Sebelumnya KRI Nanggala sudah sempat berlayar dan latihan pada 12 April 2021 melaksanakan latihan penembakan torpedo.

Submiss, Subsunk, On Eternal Patrol

Upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 telah dilakukan dengan mengerahkan segala daya. Tak hanya upaya, doa pun dipanjatkan lapisan bangsa, mulai dari warga netizen hingga Wapres dan Presiden mendoakan keselamatan para awak kapal selam tersebut.

Selain kapal dalam negeri, kapal luar negeri pun turut membantu pencarian atas kecelakaan kapal selam milik TNI tersebut.

Sementara itu, beberapa indikasi keberadaan kapal selam KRI Nanggala-402 disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Achmad Riad, Jumat (23/4/2021), disusul penjelasan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono, Sabtu (22/4/2021).

Titik kepastian di mana kapal selama berada mulai terdeteksi. Lokasi pun sudah diketahui, yakni di perairan sekitar Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali Utara.

Achmad Riad menyampaikan KRI Rimau telah mendeteksi satu titik magnet cukup kuat di wilayah pencarian, yaitu di perairan utara Pulau Bali. Pihaknya akan mengejar dan menindaklanjuti temuan itu.

"Ada satu titik magnet yang cukup kuat, mudah-mudahan itu tidak berubah dan akan dikejar. Mudah-mudahan itu menjadi titik terang," kata dia saat jumpa pers di Base Ops Pangkalan Udara TNI AU Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (23/4/2021).

Sebelumnya, Kamis (22/4/2021), Margono juga sempat menyebut KRI Rimau menemukan titik-titik magnet berkekuatan cukup tinggi pada kedalaman kurang lebih 50-100 meter dalam kondisi melayang.

"Temuan dari KRI Rimau itu rencananya akan turut ditindaklanjuti KRI Rigel, yang kemungkinan akan tiba di lokasi pencarian pada Jumat siang atau sore," kata Riad.

Ia menerangkan wilayah pencarian KRI Nanggala-402 masih terkonsentrasi di perairan utara Bali.

"Wilayahnya masih 65 mil laut dari perairan utara Bali," katanya.

Tumpahan Minyak KRI Nanggala-402 yang telah putus kontak sejak Rabu (21/4/2021) kemungkinan tenggelam di perairan dekat Celukan Bawang, desa yang berada di wilayah utara Bali.

"Di sekitar daerah tersebut terdapat tumpahan minyak. Selain itu, juga ada daya magnet yang besar. Itu sudah mulai terdeteksi di daerah tersebut sehingga sekarang sedang dilaksanakan terus pemantauan di wilayah tersebut dengan memanfaatkan semua peralatan yang ada," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Achmad Riad.

Oleh karena itu, kapal-kapal dan alat pencari pun fokus menyusuri areal perairan di kurang lebih 40 kilometer dari utara Celukan Bawang.

"Jadi, kalau ditarik garis, jaraknya dari Celukan Bawang itu kurang lebih sekitar 23 mil laut atau kurang lebih 40 kilometer di utara Celukan Bawang," kata dia.

Celukan Bawang merupakan desa di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa itu berada di wilayah pesisir utara Pulau Bali.

"Mudah-mudahan di beberapa titik-titik itu dengan berbagai peralatan yang ada bisa segera ditemukan atau dijejaki [bahwa] itu adalah posisi KRI Nanggala-402," kata Riad.

Deteksi Sonar

TNI telah mengerahkan 21 kapal perang yang sebagian besar memiliki daya deteksi sonar untuk memetakan situasi di kedalaman dan dasar laut. TNI juga turut mendapat bantuan empat kapal dan satu unit alat deteksi bawah laut atau remote operation vehicle (ROV) dari polisi.

Badan SAR Nasional juga mengerahkan dua unit kapal dan satu ROV untuk membantu pencarian KRI Nanggala-402 yang membawa 53 personel di dalamnya.

Bahkan, negara-negara sahabat, seperti Malaysia, Singapura, India, Australia, dan Amerika Serikat, juga memberikan bantuan, baik berupa peralatan, kapal, maupun tenaga, untuk membantu pencarian KRI Nanggala-402.

"Beberapa dari negara sahabat sudah tiba, di samping peralatan yang sudah kami gelar. Pembagian sektor sudah dibuat. Operasi pencarian akan dimaksimalkan sampai batas akhir," kata Riad.

Kapasitas Oksigen

Kapasitas oksigen KRI Nanggala-402 dalam keadaan mati total (blackout) kemungkinan hanya mampu bertahan selama 72 jam atau kurang lebih tiga hari. Kapal itu telah hilang kontak pada hari Rabu (21/4) pukul 03.00 WITA.

Dengan demikian, oksigen kemungkinan tersedia sampai Sabtu (24/4) pukul 03.00 WITA. Namun, bila kondisi listrik di kapal selam itu menyala, maka bisa bertahan lima hari.

KRI Nanggala-402 resmi dinyatakan hilang kontak oleh otoritas terkait setelah putus kontak pada Rabu dini hari, yaitu saat latihan peluncuran torpedo nomor 8.

Komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala-402 berlangsung pada pukul 04.25 WITA atau pada saat komandan gugus tugas latihan akan memberi otorisasi penembakan torpedo.

Menuju Tahap Subsunk

Pada Sabtu (24/4/2021), tahap pencarian kapal selam KRI Nanggala sudah beranjak dari tahap submiss (hilang) menuju tahap subsunk (tenggelam). Sudah terdapat titik terang dengan temuan beberapa komponen yang menjadi bukti otentik milik KRI Nanggala-402 yang sempat hilang kontak di Perairan Bali bagian utara itu.

"Beberapa hari lalu dan sampai hari ini (24/4/2021) telah ditemukan beberapa kepentingan dan barang-barang yang berada di sekitar lokasi kapal tersebut terlihat saat menyelam tersebut," kata Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono, dalam konferensi pers di Base Ops Pangkalan Udara TNI AU Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu.

Benda temuan itu diyakini sebagai komponen yang melekat di kapal selam. Benda tersebut tidak akan terangkat ke luar kapal apabila tidak ada tekanan dari luar atau terjadi keretakan di peluncur terpedo.

Barang bukti yang ditampilkan saat ini ditemukan dalam kondisi terapung. Selain penemuan tumpahan minyak juga ada komponen-komponen yang diyakini milik kapal KRI Nanggala-402.

"Barang-barang ini tidak dimiliki oleh umum dan di sekitar radius 10 mil laut tidak ada kapal lain yang melintas sehingga dan dari para ahli dalam hal ini adalah mantan-mantan ABK KRI Nanggala 402 dan juga komunitas kapal selam diyakini bahwa ini adalah barang-barang milik KRI Nanggala," kata Margono.

Adapun komponen-komponen yang ditemukan milik KRI Nanggala yaitu:

  • benda berwarna hitam yang merupakan bagian komponen pelurus di tabung peluncur torpedo,
  • kemudian alas salat, spons atau busa penahan panas, benda berwarna putih yang merupakan pembungkus pipa pendingin dan ada tulisan Korea Selatan
  • botol mineral cairan warna oranye yaitu gemuk yang digunakan untuk melumasi naik turunnya periskop

"Grease ini oleh kru yang biasanya bertanggung jawab terhadap periskop itu membawa sebanyak ini dan disimpan dekat periskop. Ini cadangan dalam kapal selam jika terjadi kekeringan di kapal selam maka dia akan melumuri di periskop tersebut itu," katanya.

Sementara itu, pembungkus pipa pendingin yang ada tulisan Korea Selatan adalah vertical overhaul pada 2012. Menurut dia, dengan adanya bukti-bukti otentik yang ini diyakini adalah milik KRI Nanggala-402 dan saat ini diisyaratkan dari tahap submiss sudah ditingkatkan menuju tahap subsunk.

Sebelumnya (22/4), Margono memperkirakan kemampuan oksigen KRI Nanggala apabila berada dalam kondisi blackout mampu 72 jam atau kurang lebih tiga hari.

"Jadi, kalau kemarin saat hilang kontak pukul 03.00 WITA, sampai Sabtu pukul 03.00 WITA. Mudah-mudahan ini segera ditemukan sehingga cadangan oksigen masih ada," kata dia.

Ia mengatakan bahwa KRI Nanggala-402 ini dalam keadaan siap, baik personel maupun material. Personelnya lengkap serta material sudah ada dan sudah mendapat surat kelaikan.

Kontrak efektif pembelian KRI Nanggala-402 buatan HDW Jerman ini ditandatangani  1977 dan diterima TNI AL pada 1981. Kapal ini tercatat sudah menembak torpedo latihan sebanyak 15 kali dan menembak torpedo perang dua kali dengan sasaran kapal eks-KRI Rakata, keduanya tenggelam.

"Jadi, KRI Nanggala ini dalam kondisi siap tempur sehingga kami libatkan untuk latihan penembakan torpedo latihan maupun perang," kata Margono, menjelaskan persiapan KRI Nanggala-402 sebelum mengalami musibah.

Semua upaya telah dilakukan, tingga ke depan, TNI harus melakukan audit serius atas alat utama sistem persenjataan termasuk kapal selam kita. Audit tersebut akan sangat berarti agar tidak terjadi lagi musibah serupa yang membuat 53 prajurit terpilih mengakhiri hidup dengan melakukan patroli di keabadian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal selam KRI Nanggala 402

Sumber : Bisnis.com/wikipedia/twitter

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top