Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

53 Awak KRI Nanggala-402 Gugur: Warga Muslim Diimbau Salat Gaib, Ini Caranya

Salat gaib adalah salat untuk jenazah Muslim yang meninggal di tempat yang jauh sehingga jenazahnya tidak bisa dihadirkan saat disalatkan.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 26 April 2021  |  09:10 WIB
KRI Nanggala 402 - Antara
KRI Nanggala 402 - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Warga Muslim di Indonesia diimbau melakukan salat gaib atas gugurnya awak KRI Nanggala-402.

Imbauan dan ajakan salat gaib disampaikan oleh Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, juga ormas keagamaan di antaranya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Salat gaib adalah salat untuk jenazah Muslim yang meninggal di tempat yang jauh sehingga jenazahnya tidak bisa dihadirkan saat disalatkan.

Bila ada keluarga atau handai taulan yang meninggal ditempat yang jauh dari sanak saudaranya, maka disunatkan melakukan salat gaib atas jenazah tersebut walaupun sudah lewat seminggu atau lebih. Shalat gaib sah, sebagaimana shalat jenazah biasa.

Pelaksaan salat gaib serupa dengan salat jenazah, perbedaan hanya pada niat salatnya.

Salat jenazah adalah salat yang dilakukan untuk jenazah Muslim. Setiap Muslim yang meninggal baik laki-laki maupun perempuan wajib disalati oleh Muslim yang masih hidup dengan status hukum fardhu kifayah. 

Nabi Muhammad tidak pernah mau menyalatkan jenazah yang meninggal masih memiliki utang dan jenazah yang meninggal karena bunuh diri, tetapi wajib disalatkan oleh umatnya atau masyarakat umum.

Seorang Muslim yang melakukan salat harus memenuhi syarat sah salat secara umum (menutup aurat, suci dari hadas, menghadap kiblat dst);

Jenazah harus sudah dimandikan dan dikafani;

Jenazah diletakkan di depan mereka yang menyalati, kecuali dilakukan di atas kubur atau salat ghaib.

Jenazah yang disholati beragama Islam

Rukun salat

Pada salat jenazah tidak dilakukan ruku, sujud maupun iqamah, melainkan dalam posisi berdiri sejak takbiratul ihram hingga salam.

Salat jenazah juga tidak diawali dengan azan dan iqamat

Adapun urutannya:

  • Niat salat
    Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan, tidak terdapat riwayat yang menyatakan keharusan untuk melafalkan niat.
  • Takbiratul Ihram (takbir yang pertama), kemudian membaca surat Al Fatihah, sambil meletakkan tangan, kanan diatas tangan kiri diatas perut (sedekap).
  • Takbir kedua kemudian membaca shalawat atas Rasulullah minimal:"Allahumma shalli 'alaa Muhammadin" ("Ya Allah berilah salawat atas Muhammad)."
    • Adapun bacaan lengkapnya adalah: Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa alaa aali Muhammadin kamaa shallaita 'alaa Ibraahiima wa'alaa aali Ibraahiima wabaarik 'alaa Muhammadin wa'alaa aali Muhammadin kamaa baarakta alaa Ibraahiima wa'alaa aali Ibraahiima fil 'aalamiina innaka hamidum majidun.

      Artinya: Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi dan atas keluarganya, sebagaimana Engkau pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan timpanilah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Engkau pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. Di seluruh alam ini Engkau lah yang terpuji Yang Maha Mulia.

  • Takbir ketiga kemudian membaca do'a untuk jenazah.
    • Doa untuk Jenazah pria, "Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu..." ("Ya Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma'afkanlah dia").
    • Jenazah wanita kata lahuu diganti dengan lahaa, "Allahhummaghfir lahaa warhamha wa'aafiha wa'fu anha...".
    • Untuk Jenazah lebih dari satu orang kata lahuu diganti dengan lahum, "Allahhummaghfir lahum warhamhum wa'aafihim wa'fu anhum..."
      • Bacaan lengkapnya adalah 

        Adapun bacaan lengkapnya adalah:

        Allaahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (ha) wa'aafihi (ha) wa'fu 'anhu (ha) wakrim nuzuulahu (ha) wawassi' madkhalahu (ha) waghsilhu (ha) bil maa i wats tsalji walbaradi wanaqqihi (ha) minal khathaayaa kamaa yunaqats tsaubul abyadlu minad danasi wabdilhu (ha) daaran khairan min daarihh (ha) wa ahlan khairan min ahlihi (ha) wazaujan khairan min zaujihi (ha) waqihi (ha) fitnatal qabri wa'adzaaban naarl

        Artinya:

        Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik dari pada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah (hindarkanlah) ia dari siksa kubur, dan adzab api neraka.

        Catatan: Jika mayit anak anak, doanya sbb: Allaahummaj'alhu farathan li abawaihi wasalafan wadzukhran watzhatan watibaaran wasyafiian watsaqqil bihi mawaaziinahumaa wafrighishshabra ala a quluubihimaa walaa taftinhumaa ba'dahu walaa tahrimnaa ajrahu.

        Artinya: Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa 'at bagi orang tuanya, dan beratkanlah timbangan ibu bapanya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu-bapanya, dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeniggalnya, dan janganlah Engkau menghalangi pahala kepada dua orang tuanya".  
  • Takbir keempat,  kemudian membaca do'a minimal:
    • Jenazah pria, "Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba'dahu waghfirlanaa walahu." ("Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia").
    • Jenazahnya wanita, bacaannya menjadi, "Allahumma laa tahrimnaa ajraha walaa taftinna ba'daha waghfirlanaa walaha."
      • Adapun, bacaan lengkapnya adalah: Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba'dahu waghfir lanaa walahu wali ikhwaaninal ladzhna sabaquuna ,fil iimaani walaa taj'al fiquluubinaa ghillan lilladziina aamanuu rabbanaa innaka ra'ufur rahiimun.

        Artinya: Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, dan janganlah engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia, dan bagi saudara-saudara kami yang mendahului kami dengan iman, dan janganlah Engkau menjadikan unek-unek/gelisah dalam hati kami dan bagi orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya engkaulah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

  • Mengucapkan salam, sambil memalingkan muka ke kanan dan ke kiri serta membaca Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi waba - rakaatuh.

    Artinya: Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.

    Do'a sesudah salat jenazah:

    Setelah selesai salam, membaca bersama-sama Surat Fatihah, kemudian imam membaca do'a sbb:

    Bismillaahirrahmanirrahiim. Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muham madin wa'alaa aali Muhammadin. Allaahumma bihaqqil faatihati. I'tiq riqaabanaa wariqaa ba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati, kalau perempuan) minannaari. Allaahumma anzilir rahmata wal maghfirata 'alaa haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj'al qabra hu (ha) raudlatan minal jannati walaa taj'alhu (ha) hufratan minan niraani. Washallallaahu 'alaa khairi khalqihi sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi washahbihii ajmaina.  Walhamdulillaahi Rabbil aalamiina.

    Artinya : Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al-Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksaan api neraka. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari sorga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Engkau memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi Allah,  Tuhan seru sekalian alam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KRI Nanggala 402 salat gaib

Sumber : Wikipedia/sumsel.kemenag.go.id

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top