Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Eks Menkes Siti Fadilah Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara

Apabila penelitian Vaksin Nusantara berjalan positif, dia berharap BPOM dapat mendukung keberlanjutannya.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 15 April 2021  |  20:41 WIB
Mantan Menkes Siti Fadilah dan mantan Menkes Terawan Agus Putranto seusai mengikuti proses ujicoba vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/4). - Istimewa
Mantan Menkes Siti Fadilah dan mantan Menkes Terawan Agus Putranto seusai mengikuti proses ujicoba vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/4). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan era Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Siti Fadilah Supari, memutuskan menjadi relawan uji klinis Vaksin Nusantara besutan Terawan Agus Putranto.

Keputusan itu diambil Siti sebagai bentuk dukungan atas penelitian yang diinisiasi oleh Terawan. Sembari, lanjut Siti, untuk membuktikan hipotesis vaksin berbasis sel dendrintik yang digunakan dalam penelitian ilmiah tersebut.

“Memang, inovasi selalu mengagetkan kemapanan, bahkan bisa mengganggu yang sudah mapan. Di dalam ilmu pengetahuan, logis saja tidak cukup, tetapi harus dibuktikan,” kata Siti melalui keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Apabila penelitian Vaksin Nusantara berjalan positif, dia berharap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat mendukung keberlanjutannya.

“Tentang ahlinya dan lainnya dari Amerika? Wah, saya tidak tahu. Tapi, kita kan negara yang berdaulat, dengan politik bebas dan aktif, maka  boleh saja bekerja sama dengan negara manapun dengan prinsip kemitraan yang  transparan, setara dan adil,” kata dia.

Sebelumnya, BPOM melaporkan temuan yang bersifat critical dan major yang harus diperbaiki terkait pengembangan Vaksin Nusantara. Temuan itu berdasarkan inspeksi ke pusat uji klinis RSUP dr. Kariadi pada 14-15 Desember 2020.

Adapun uji klinis fase 1 Vaksin Nusantara dilakukan di RSUP Dr. Kariadi sejak 22 Desember 2020, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 28 orang.

Pada 15 dan 29 Januari 2021, kemudian 9 dan 18 Februari 2021, peneliti Vaksin Nusantara menyampaikan hasil data interim uji klinis fase 1 berupa pengamatan keamanan 14 hari dan imunogenisitas selama 1 bulan setelah pemberian vaksin uji.

"Data yang disampaikan berubah-ubah," ujar BPOM dalam pointers resmi yang dikutip Bisnis, Kamis (15/4/2021).

Selanjutnya, BPOM melaporkan data interim uji klinis fase 1 yang diterima oleh telah dievaluasi dan dibahas bersama Tim Komnas Penilai Obat, dan para ahli ad-hoc di bidang vaksin, yang terdiri atas tim dari ITAGI, dokter spesialis alergi imunologi, dan ahli biologi molekular, dengan kesimpulan masih diperlukan klarifikasi dan tambahan data.

Adapun, tambahan data yang diperlukan klarifikasinya tersebut, antara lain: data keamanan dan imunogenisitas, permintaan pengukuran imunogenisitas sesuai parameter endpoint protokol.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dokter terawan Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top