Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nasabah Klaim Rugi Rp63 Miliar, CEO EDC Cash Dilaporkan ke Polisi

Chief Executive Officer (CEO) E-Dinar Coin (EDC) Cash AY dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penggelapan dan penipuan terhadap puluhan nasabahnya.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 14 April 2021  |  20:12 WIB
Bareskrim Polri/Antara
Bareskrim Polri/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Chief Executive Officer E-Dinar Coin Cash AY dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Ia dilaporkan dalam kasus dugaan penggelapan dan penipuan terhadap puluhan nasabahnya.

Abdul Malik, kuasa hukum korban, mengemukakan 12 orang kliennya yang merupakan nasabah EDC Cash telah mengalami kerugian total sebesar Rp63 miliar dari investasi EDC Cash.

Menurut Abdul, setelah para korban melakukan investasi dengan nilai yang bervariasi, korban tidak bisa mencairkan uang yang diinvestasikan di EDC Cash.

"Dua belas klien saya yang melaporkan dugaan tindakan pidana penipuan penggelapan, diduga dilakukan oleh terlapor A," tuturnya di Bareskrim Polri, Rabu (14/4/2021).

Abdul menjelaskan bahwa 12 kliennya juga sempat menemui pihak manajemen EDC Cash, tetapi tidak menemukan titik temu.

Akhirnya, menurut Abdul, pihaknya menyarankan agar 12 kliennya tersebut melaporkan EDC Cash ke Bareskrim Polri.

"Klien saya sudah berkomunikasi dengan pihak manajemen tapi tidak pernah ketemu jalan keluar hingga akhirnya mendapat ancaman untuk tidak melapor," katanya.

Dia juga mengaku sudah membawa semua bukti dugaan tindak pidana yang dilakukan pihak EDC Cash kepada kliennya.

"Kami sudah membawa semua buktinya," ujarnya.

Saat berita ini dibuat, Bisnis.com masih menelusuri pihak EDCCash yang bisa dikonfirmasi.

Sementara itu, berdasarkan lampiran Siaran Pers Satgas Waspada Investasi pada bulan Oktober, EDCCash masuk dalam daftar entitas investasi ilegal yang ditangani Satgas Waspada Investasi.

EDCCash masuk dalam kategori pelaku kegiatan usaha investasi ilegal yang dihentikan.

Dalam lampiran Satgas SWI disebutkan bahwa EDCCash memiliki dua alamat website yakni https://edccash.com/ dan https://edccash.weebly.com/.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bareskrim polri
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top