Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polri Tangkap 23 Teroris Sejak Kasus Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Sebanyak 23 tersangka tindak pidana terorisme itu ditangkap dari tiga lokasi berbeda yaitu di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak lima orang, DKI Jakarta lima orang dan Makassar Sulawesi Selatan sebanyak 13 orang.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  23:01 WIB
Polri Tangkap 23 Teroris Sejak Kasus Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar
Penjagaan ketat dilakukan Polisi di sekitar lokasi aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jl Kajoalalido, Makassar, Minggu (28/3/2021). - Bisnis/Wahyu Susanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sudah menangkap 23 orang tersangka tindak pidana terorisme setelah insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa 23 tersangka tindak pidana terorisme itu ditangkap dari tiga lokasi berbeda yaitu di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak lima orang, DKI Jakarta lima orang dan Makassar Sulawesi Selatan sebanyak 13 orang.

"Total sampai hari ini sudah 23 orang yang sudah ditangkap dari tiga lokasi itu," tuturnya, Rabu (23/3/2021).

Menurutnya, dari total 23 tersangka tindak pidana terorisme tersebut, satu orang tersangka inisial W yang berperan merakit bom untuk meledakkan Gereja Katedral Makassar juga sudah ditangkap.

Sigit memastikan bahwa Kepolisian akan terus mengusut tuntas perkara tindak pidana terorisme tersebut dan dikembangkan hingga ke tersangka lainnya.

"Kami akan kembangkan dan mengusut tuntas kasus ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar gereja teroris densus 88
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top