Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi Corona Gelombang 3 Ancam Jerman, Merkel Pertimbangkan Jam Malam

Merkel menyatakan ketidakpuasannya bahwa beberapa negara bagian memilih untuk tidak menghentikan pembukaan kembali ekonomi secara bertahap.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  07:13 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel. - Reuters
Kanselir Jerman Angela Merkel. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kanselir Jerman, Angela Merkel menekan semua negara bagian untuk memperketat pembatasan infeksi Virus Corona yang meningkat pesat.

Dia juga  berencana untuk memberlakukan jam malam untuk mengendalikan kemungkinan gelombang ketiga penyebaran wabah mematikan itu.

Merkel menyatakan ketidakpuasannya bahwa beberapa negara bagian memilih untuk tidak menghentikan pembukaan kembali ekonomi secara bertahap bahkan ketika jumlah infeksi naik lebih dari 100 per 100.000 penduduk dalam sepekan.

Batasan itu sebagai pertanda akan ada gelombang ketiga itu telah disepakati oleh pemerintah daerah pada awal Maret.

"Kami memiliki rem darurat kami ... sayangnya, itu tidak dihormati di mana-mana. Saya berharap mungkin ada beberapa evaluasi tentang ini," kata Merkel dalam penampilan yang jarang pada sebuh acara radio seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (29/3/2021).

Infeksi Virus Corona meningkat pesat dalam beberapa pekan terakhir karena didorong oleh jenis virus yang lebih mudah menular.

Kepala staf Merkel memperingatkan sebelumnya bahwa negara itu berada dalam fase pandemi paling berbahaya dan harus menekan virus sekarang atau berisiko mutasi berbahaya yang kebal terhadap vaksin.

Hingga kemarin, kasus Covid-19 per 100.000 penduduk naik menjadi 130 dari 104 minggu lalu.

Sedangkan jumlah total kasus Virus Corona yang dikonfirmasi di Jerman meningkat 17.176 menjadi 2.772.401, menurut data dari Robert Koch Institute (RKI). Jumlah korban tewas yang dilaporkan naik 90 menjadi 75.870, menurut lembaga itu.

Peluncuran vaksinasi di Jerman dimulai dengan lambat akibat terhambat oleh kendala pasokan. Hingga kemarin, 10,3 persen dari populasi telah menerima setidaknya vaksin pertama atau jauh di bawah negara lain seperti Israel, Amerika Serikat dan Inggris.

Merkel mengatakan, bahwa jika negara-negara bagian tidak mulai menerapkan langkah-langkah dengan keseriusan yang tepat "pada masa datang yang dapat diperkirakan", dia harus mempertimbangkan langkah-langkah apa yang dapat diambil secara nasional.

Salah satu pilihan adalah mengubah Undang-Undang Perlindungan Infeksi untuk menetapkan apa yang harus dilakukan dalam skenario tertentu, kata Merkel.

Dia menambahkan, pemerintah dan negara bagian diwajibkan untuk menahan infeksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman Virus Corona Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top