Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembelajaran Tatap Muka Jadi Kesempatan Edutech Untuk Perluas Segmentasi

Bhima juga mengatakan edutech bisa terus menambah inovasi di sisi pembelajaran tambahan di luar jam sekolah. Sebab, peluang guru les dengan murid dinilai masih memerlukan aplikasi sebagai penghubung belajar.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  03:26 WIB
Ilustrasi-Siswa Sekolah Dasar - Antara
Ilustrasi-Siswa Sekolah Dasar - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang pendidikan (edutech) diharapkan dapat memberikan ragam inovasi untuk tetap mengisi proses belajar, meskipun pembelajaran secara luring akan dilaksanakan kembali.

Bhima Yudhistira Adhinegara, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah dengan memperluas segmentasi pasar.

“Mereka bisa open learning access atau perguruan tinggi daring yang ditujukan untuk karyawan misalnya masih relevan. Karena segmen pendidikan lanjutan bagi karyawan yang sibuk tetap tinggi peminatnya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (24/3/2021).

Tidak hanya itu, Bhima juga mengatakan edutech bisa terus menambah inovasi di sisi pembelajaran tambahan di luar jam sekolah. Sebab, peluang guru les dengan murid dinilai masih memerlukan aplikasi sebagai penghubung belajar.

Bhima pun mengatakan bahwa kolaborasi dengan sektor startup lain juga dapat dilakukan, hal ini berguna untuk memperluas segmentasi dari sertifikasi profesi.

“Bisa kolaborasi dengan healthtech di mana mengajarkan pendidikan calon dokter dan perawat untuk diedukasi dalam mengadopsi kecerdasan buatan misalnya,” kata Bhima.

Sementara itu, menurut data Holoniq, platform pengumpul data startup edutech global, kapitalisasi pasar edutech Asia Tenggara mencapai US$480 juta (sekitar Rp6,82 triliun) dalam kurun 2015—2020.

Adapun, putaran pendanaan terbesar dipegang oleh Ruangguru dengan capaian US$150 juta (Rp2,1 triliun) atau sepertiga dari kapitalisasi sektor edutech di Asia Tenggara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top