Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejam! Kelompok Bersenjata Bantai 58 Orang Warga

Orang-orang ini dengan kejam mengeksekusi penumpang yang menjadi sasaran mereka dan menyerang desa. Mereka membunuh orang dan membakar lumbung.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Maret 2021  |  07:22 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Aksi kejam dilakukan kelompok bersenjata di barat daya Nigeria. Mereka menewaskan sedikitnya 58 orang yang kembali dari pasar dan menyerang desa terdekat.

Para penyerang mencegat empat kendaraan yang mengangkut penumpang dari pasar ke desa Chinagoder dan Darey Dey, ujar pernyataan pemerintah seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (17/3/2021).

"Orang-orang ini kemudian dengan berani dan kejam mengeksekusi penumpang yang menjadi sasaran mereka dan menyerang desa Darey Dey. Mereka membunuh orang dan membakar lumbung," ujar  pernyataan itu.

Belum ada klaim tanggung jawab langsung atas pembantaian hari Senin itu.

Kekerasan menjadi bagian dari krisis keamanan yang lebih luas di wilayah Sahel Afrika Barat. Banyak serangan terkonsentrasi di perbatasan Nigeria, Mali dan Burkina Faso.

Tidak hanya kelompok bersenjata yang aktif di wilayah Tillaberi, serangan kontraterorisme terhadap mereka justru membantu memunculkan milisi etnis, kata para analis.

Pihak pemerintah menyebutkan serangan yang dilakukan pada Senin waktu setempat itu terjadi di wilayah Tillabery, dekat dengan perbatasan Mali dan Burkina Faso.

Wilayah itu mengalami serangan yang semakin mematikan oleh kelompok bersenjata yang aktif di seluruh wilayah yang terkait dengan ISIS dan al-Qaeda.

Sebelumnya tujuh pejabat pemilihan umum tewas dalam ledakan ranjau darat setelah pemimpin oposisi Nigeria menuduh telah terjadi kecurangan pemilu.

Pengumuman atas serangan keji itu dibacakan di televisi pemerintah Nigeria, Selasa (16/3/2021) malam oleh juru bicara pemerintah Abdourahmane Zakaria. Ia menyampaikan tiga hari berkabung nasional untuk para korban.

Pembunuhan massal itu menunjukkan tantangan keamanan besar yang dihadapi presiden baru Nigeria, Mohamed Bazoum.

Bazoum memenangkan pemilu pada akhir Februari untuk menggantikan Mahamadou Issoufou.

Pada 2 Januari lalu kelompok bersenjata juga melakukan penyerangan yang menewaskan sedikitnya 100 warga sipil.

Penyerangan itu terjadi di dua desa di Tillabery, salah satu episode paling mematikan dalam sejarah negara itu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nigeria kelompok bersenjata pembantaian

Sumber : Aljazeera.com

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top