Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tindakan Rasisme ke Warga Keturunan China Semakin Parah di Barat

Di Amerika Serikat, sebuah polling menunjukkan tingkat penerimaan terhadap warga keturungan China anjlok ke angka terendah menjadi yakni 20 persen pada 2021.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  20:31 WIB
Ilustrasi Bendera AS dan China - newline
Ilustrasi Bendera AS dan China - newline

Bisnis.com, JAKARTA - Penerimaan orang-orang dari negara barat terhadap keturunan China memburuk seiring dengan sentimen negatif dari virus Corona dan sikap pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang pantang menyerah bersaing dengan Beijing.

Sebuah polling dari Gallup menunjukkan tingkat penerimaan orang AS anjlok ke angka terendah menjadi 20 persen pada 2021 dibandingkan tahun lalu sebesar 33 persen.

Penurunan juga sudah terjadi pada tahun lalu setelah Covid-19 pertama kali menyebar dari Wuhan. China menjadi negara terbawah ketiga dengan tingkat penerimaan terendah warga AS setelah Korea Utara dan Iran.

“Temuan itu juga bertepatan dengan laporan tentang meningkatnya kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika di penjuru AS, sesuatu yang diharapkan Biden agar diredam dengan mengutuk pidato anti-Asia dalam perintah eksekutif baru-baru ini,” dikutip dari laman resmi Gallup.

Polling dilakukan sepanjang 3 - 18 Februari atau ketika Presiden Joe Biden mengumumkan bersiap berkompetisi dengan China. Kendati demikian, Biden diyakini akan melakukan pendekatan berbeda untuk menghadapi China ketimbang presiden sebelumnya.

“Kami harus melawan pelanggaran dan paksaan pemerintah China yang melemahkan fondasi sistem ekonomi internasional," kata Biden pada Sabtu (20/2/2021).

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan China dan Amerika selalu memiliki sentimen yang bersahabat satu sama lain. Dia mengakui pemerintahan Presiden Donald Trump yang anti-China memperlihatkan bias ideologis dan menunjukkan sikap politik yang egois.

“Kami berharap AS dapat melihat China dan hubungan AS - China dalam sudut pandang objektif dan rasional,” katanya dalam pernyataan pers pada Rabu (3/3/2021).

Sementara itu, kekerasan terhadap masyarakat keturunan China muncul di Inggris setelah adanya sentimen 'Chinese Virus'. South China Morning Post melaporkan dosen University of Southampton keturunan China, Peng Wang diserang pada pekan lalu oleh empat laki-laki muda kulit putih ketika sedang jogging.

“Beberapa laki-laki gila meneriaki saya dari mobilnya dari seberang jalan. Mereka bilang ‘Chinese virus’ pergilah dari negara ini,” katanya.

Laporan polisi menunjukkan kejahatan akibat kebencian kepada ras Asia Timur di Inggris tercatat mencapai 457 laporan sepanjang Januari - Juni pada 2020.

“Ini semakin memburuk sejak Brexit dan kemudian pandemi. Orang-orang menjadi intoleran dan marah,” kata Wang yang berasal dari Tianjin, China.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat rasisme
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top