Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sah! AS Beri Izin untuk Vaksin Covid-19 Dosis Tunggal dari Johnson & Johnson

Vaksin Janssen dari Johnson & Johnson (J&J) adalah vaksin ketiga diotorisasi di Amerika Serikat, setelah vaksin dari Pfizer/BioNTech dan Moderna. Kedua vaksi terakhir memerlukan dua dosis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2021  |  12:22 WIB
Vaksin Johnson and johnson
Vaksin Johnson and johnson

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) akhirnya mengesahkan vaksin Covid-19 dosis tunggal Johnson & Johnson pada Sabtu (28/2/2021).

Dengan pengesahan ini, maka jutaan lebih orang Amerika untuk divaksinasi dalam beberapa minggu mendatang. Johnson & Johnson juga menyiapkan vaksin untuk persetujuan tambahan di seluruh dunia.

Vaksin Janssen dari Johnson & Johnson (J&J) adalah vaksin ketiga diotorisasi di Amerika Serikat, setelah vaksin dari Pfizer/BioNTech dan Moderna. Kedua vaksi terakhir memerlukan dua dosis.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengumumkan otorisasi penggunaan darurat vaksin Johnson & Johnson untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas setelah persetujuan dengan suara bulat pada Jumat oleh panel ahli dari luar badan tersebut.

Pengiriman vaksin ke lokasi vaksinasi diharapkan dimulai Minggu atau Senin depan.

Presiden Joe Biden memuji langkah itu tetapi memperingatkan orang Amerika agar tidak merayakannya terlalu cepat.

"Keadaan masih cenderung menjadi lebih buruk lagi karena varian baru menyebar," katanya dalam sebuah pernyataan, mengimbau orang-orang untuk terus mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sosial.

"Ada cahaya di ujung terowongan, tapi kita tidak boleh lengah sekarang atau berasumsi bahwa kemenangan tidak bisa dihindari," katanya.

Baik vaksin Pfizer dan Moderna, yang didasarkan pada teknologi messenger RNA baru, menunjukkan tingkat kemanjuran yang lebih tinggi dalam uji coba penting yang menggunakan dua dosis dibandingkan vaksin sekali pakai Johnson & Johnson.

Namun, perbandingan langsung sulit karena uji coba memiliki tujuan yang berbeda dan J&J dilakukan saat varian baru virus yang lebih menular beredar.

"Kami percaya bahwa orang harus menggunakan vaksin yang dapat mereka akses," kata pelaksana tugas komisaris FDA, Dr. Janet Woodcock setelah otorisasi, mencatat bahwa tiga vaksin belum dipelajari secara langsung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

johnson&johnson Vaksin Covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top