Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendikbud Ganti Strategi Penyaluran DAK Fisik 2021

DAK Fisik disalurkan hanya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi di sekolah. Sasarannya pun sebanyak-banyaknya sekolah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  16:15 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke Kota dan Kabupaten Sorong. - Dok.Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke Kota dan Kabupaten Sorong. - Dok.Kemendikbud

Bisnis.com, JAKARTA – Pada penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengubah strategi yang sudah ada sebelumnya menjadi Whole School Approach.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa sebelumnya, DAK Fisik disalurkan hanya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi di sekolah. Sasarannya pun sebanyak-banyaknya sekolah.

Namun untuk tahun ini, Kemendikbud menggunakan strategi Whole School Approach. Dalam strategi ini sekolah tidak hanya direhabilitasi, tapi bisa untuk pembangunan ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, toilet, laboratorium, ruang praktik, UKS, ruang keterampilan, rumah dinas guru, ruang ibadah, dan ruang pembelajaran inklusi.

Kemudian, DAK Fisik juga bisa digunakan untuk pengadaan sarana alat laboratorium, peralatan praktik, media pembelajaran, dan termasuk alat-alat TIK.

“Dengan perubahan strategi yang dilakukan, harapannya walaupun jumlah sekolah sasaran mengecil, tapi permasalahan sarana prasarana yang ada bisa tuntas dan selesai,” kata Nadiem pada konferensi pers virtual, Kamis (25/2/2021).

Selain itu, dalam pembangunan sarana dan prasarana, Kemendikbud juga bekerja sama dengan PUPR menggunakan sistem kontraktual.

Pada sistem sebelumnya, swakelola, Nadiem mengungkap banyak mendengar komplain bahwa sistem tersebut membebani Kepala Sekolah.

“Banyak yang tidak tau prosedur, banyak oknum yang mengganggu, sehingga menjadi beban mental dan administratif bagi Kepala Sekolah,” kata Nadiem.

Pada sistem kontraktual, kontrak dilakukan dari Dinas Pendidikan tiap daerah kepada penyedia jasa pembangunan. Adapun, manajemen terpusat di Dinas Pendidikan, agar sekolah tidak terbebani terkait pengadaan barang dan jasa dan peralatan.

“Dan dari sisi waktu ada jaminan ketepatan penyelesaian. Harapannya hasilnya kualitas bangunan lbih baik dan efisiensi lebih baik,” imbuh Nadiem.

Selain itu, karena melibatkan PUPR, dari sisi penilaian kerusakan, validitas data, dan efisiensi, harapannya dana DAK Fisik digunakan tepat sasaran dan efisiensi yang baik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud dana alokasi khusus
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top