Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Karier Moncer 7 Putra-Putri Mahkota Politikus Soloraya, Siapa Saja?

Keberadaan generasi muda yakni putra-putri mahkota politikus, menurut Agus, dapat mendinamisasikan berbagai instrumen dalam dunia politik.
Kurniawan
Kurniawan - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  12:45 WIB
Gibran Rakabuming Raka (kiri), Bobby Nasution (tengah), Kaesang Pangarep (kanan). - Instagram@kaesangp
Gibran Rakabuming Raka (kiri), Bobby Nasution (tengah), Kaesang Pangarep (kanan). - Instagram@kaesangp

Bisnis.com, SOLO -Joko Widodo atau Jokowi merupakan tokoh politik Soloraya yang paling sukses saat ini karena pencapaiannya. Tak hanya berhasil meraih tampuk kekuasaan tertinggi sebagai presiden untuk dua periode, Jokowi juga sukses melahirkan generasi baru politik dari keluarganya.

Seperti diketahui, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan putra menantunya, Bobby Nasution, berhasil memenangi Pilkada 2020. Gibran terpilih sebagai Wali Kota Solo, sedangkan Bobby terpilih sebagai Wali Kota Medan.

Segaris dengan sang ayah, Gibran dan Bobby sama-sama diusung PDIP. Gibran dan Bobby adalah penerus Jokowi di politik. Khusus Gibran, namanya bahkan sudah digadang-gadang sejumlah tokoh untuk meramaikan Pilkada DKI Jakarta 2024.

Pengamat politik UNS Solo, Agus Riewanto, saat diwawancara Rabu (24/2/2021), menuturkan, munculnya putra-putri mahkota politikus yang akan meneruskan kiprah orangtua mereka dalam dunia politik dinilai sebagai hal yang wajar dan sudah biasa terjadi di berbagai belahan dunia.

Namun, sebaiknya regenerasi politik dari kalangan keluarga didasarkan kepada rasionalitas. Figur generasi baru yang muncul harus memulai perjuangan dari bawah, membersamai partai politik dalam menginisiasi kemajuan.

Menurut Agus, regenerasi politik memang harus ada. Sebab, politik memang harus dimudakan.

“Dalam pengertian kepemimpinan politik itu mesti bersirkulasi dengan generasi muda, supaya ada harapan bahwa politik kita lebih berorientasi kepada kebajikan, atau lebih berorientasi pada masa depan,” ujarnya.

Keberadaan generasi muda yakni putra-putri mahkota politikus, menurut Agus, dapat mendinamisasikan berbagai instrumen dalam dunia politik. Namun, terkait regenerasi politik dari keluarga sendiri, dia menekankan pentingnya memulai dari bawah dan dari awal.

 “Dengan tumbuh dan berkembang dari bawah, bekerja keras bersama partai, harapannya mereka bisa menginisiasi pertumbuhan dan perkembangan masyarakat melalui ide dan gagasan yang segar, serta membangun,” katanya.

Agus menggarisbawahi pentingnya regenerasi politik dari kalangan keluarga, karena proses alamiah, bukan karena paksaan. Dengan berbagai alasan, seorang tokoh politik bisa saja menyeting anaknya agar terjun ke dunia politik.

“Masalahnya apa mereka didasarkan rasionalitas, bukan nama besar orangtua? Kalau hanya di-setting, itu yang tak baik. Dia tak menjadi diri sendiri alias hanya akan copy paste ayahnya, tak ada nilai autentik,” urainya.

Putri Joko Widodo Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Nasution./Instagram @aynggkahiyang

Agus menerangkan, putra-putri mahkota politikus biasanya akan mempunyai karier cemerlang bila orangtuanya dianggap publik sebagai figur yang baik. Tak perlu membuat jalur tikus lagi, putra mahkota tinggal melenggang di jalan yang ada.

 “Karier akan cepat meroket karena nama besar orangtua. Selain itu, para putra mahkota sudah mempunyai jaringan yang notabene jaringan orang tuanya. Jadi, tinggal jalan saja, tidak perlu membuat jalan tikus,” katanya.

Sebagai putra mahkota, mereka juga sudah mempunyai modal sosial, politik, dan ekonomi yang cenderung mapan. Berbagai modal tersebut akan sangat mendongkrak sosok putra mahkota di masa-masa awal kariernya.

Putra Rudy

Tak hanya Jokowi yang mempunyai putra mahkota atau penerus di dunia politik. Mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, ternyata juga mempunyai putra mahkota yang akan melanjutkan kebesaran namanya sebagai politikus ulung Soloraya.

Dari lima anaknya, ada sosok Rheo Fernandez, 38, yang digadang-gadang bakal melanjutkan kiprah Rudy. Walau belum memegang jabatan apa pun di pemerintahan, baik DPRD atau eksekutif, Rheo sudah tiga periode menjadi pengurus PAC PDIP Jebres.

Tiga kali diminta partai dan kontituen untuk maju dalam pemilu legislatif menunjukkan kematangan sosoknya. Bahkan, nama Rheo sempat dikait-kaitkan sebagai calon pendamping Gibran ketika perebutan rekomendasi cawali-cawawali Solo.

Namun, DPP PDIP Solo menjatuhkan rekomendasi cawali-cawawali Solo kepada Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa. Regenerasi politik dari kalangan keluarga tidak hanya terjadi di Solo, tapi juga di Kabupaten Sragen dan Karanganyar.

Di Bumi Sukowati ada nama kondang Untung Wiyono yang pernah dua periode menjabat Bupati Sragen. Untung memimpin Sragen mulai tahun 2000 hingga 2010. Ada dua anak Untung yang saat ini melanjutkan jejaknya di dunia politik.

Mereka adalah: Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan adiknya, Untung Wibowo Sukowati. Nama pertama biasa dipanggil Yuni merupakan Bupati Sragen yang segera memasuki periode kedua. Yuni menjadi orang nomor satu Bumi Sukowati sejak memenangi Pilkada Sragen 2015.

Kala itu, putri politikus kondang Soloraya itu maju Pilkada dari Partai Gerindra berpasangan dengan politikus PKS, Dedy Endriyatno. Duet Yuni-Dedy berakhir pada Pilkada Sragen 2020 ketika Yuni memutuskan maju lewat PDIP berpasangan dengan politikus PKB, Suroto.

Pengurus Partai

Untung Wibowo Sukowati mapan sebagai Ketua DPC PDIP Sragen sejak 2018. Tak hanya sukses menjadi pengurus partai, Bowo, panggilan akrabnya, juga sudah dua periode menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dari Dapil VI Jateng.

Perpolitikan Kabupaten Karanganyar tak kalah menarik. Di daerah yang kondang dengan sebutan Bumi Intanpari itu, ada dua putra mahkota dari dua politikus beda parpol, yaitu Juliyatmono yang saat ini Bupati Karanganyar dan Paryono, eks Wabup Karanganyar.

Juliyatmono yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Jateng mempunyai putra mahkota Ilyas Akbar Almadani. Sedangkan Paryono yang kini menjadi anggota Fraksi PDIP DPR RI mempunyai putra mahkota Disa Ageng Alifven.

Ilyas dan Ageng bisa dibilang satu angkatan dalam pergerakan sosial politik belakangan ini. Memulai karier di kepengurusan AMPG Partai Golkar Karanganyar, kini Ilyas terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Karanganyar.

Ilyas melanjutan jabatan yang beberapa periode dipegang oleh sang ayah yang merupakan politikus kondang di Soloraya. Sedangkan Disa Ageng Alifven beberapa tahun terakhir menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Karanganyar. Ilyas dan Disa kini sama-sama membangun figur masing-masing.

Akan bermuara ke mana pergerakan dua anak muda itu? Menarik untuk disimak. Sebab mereka berasal dari dua tokoh dengan darah yang berbeda. Ayah mereka pun pernah saling bertarung memperebutkan kursi Bupati Karanganyar pada Pilkada 2013.

Bukan tak mungkin Ilyas dan Disa bakal berhadapan dalam pertarungan politik mendatang melanjutkan persaingan ayah masing-masing. Salah satu agenda politik terdekat Karanganyar yaitu pilkada serentak yang dijadwalkan tahun 2024 seiring berakhirnya masa jabatan Juliyatmono.

Politikus muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rheo Fernandez./Solopos.com

Sedikitnya tujuh figur putra-putri mahkota yang terkait dengan politikus asal Soloraya. Berikut nama-nama mereka:

1. Gibran Rakabuming Raka (putra sulung Presiden Jokowi)

2. Bobby Nasution (menantu Presiden Jokowi)

3. Rheo Fernandez (putra mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo)

4. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (putri eks Bupati Sragen, Untung Wiyono)

5. Untung Wibowo Sukowati (putra eks Bupati Sragen, Untung Wiyono)

6. Ilyas Akbar Almadani (putra Bupati Karanganyar, Juliyatmono)

7. Disa Ageng Alifven (putra eks Wabup Karanganyar, Paryono)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi fx rudyatmo Gibran Rakabuming Raka

Sumber : Solopos

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top