Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Jepang Pertimbangkan Cabut Status Darurat Covid-19 di 5 Provinsi

Tokyo dan sembilan provinsi lainnya tengah berada dalam status keadaan darurat yang diberlakukan hingga 7 Maret 2021
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  07:52 WIB
Seorang warga Jepang berdiri di sudut jalan di kota Tokyo. - Bloomberg
Seorang warga Jepang berdiri di sudut jalan di kota Tokyo. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide bersama para menteri yang terlibat dalam respons pemerintah terhadap virus korona diperkirakan akan mempertimbangkan untuk mencabut status keadaan darurat di lima provinsi.

Kelima provinsi tersebut adalah Osaka, Kyoto, Hyogo, Aichi, dan Gifu.

Tokyo dan sembilan provinsi lainnya tengah berada dalam status keadaan darurat yang diberlakukan hingga 7 Maret 2021

Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK) pada Rabu (24/2/2021), gubernur-gubernur Osaka, Hyogo, dan Kyoto pada Selasa (23/02/2021) meminta pemerintah pusat untuk mengakhiri status keadaan darurat lebih awal di provinsi mereka. Jumlah penularan baru dan pasien yang dirawat di rumah sakit telah turun di tiga provinsi di Jepang barat tersebut.

Gubernur Provinsi Aichi memulai diskusi dengan para pejabat dari provinsi tetangganya, Gifu, guna melihat apakah memungkinkan untuk mencabut status keadaan darurat sebelum akhir bulan ini.

Suga diperkirakan akan bertemu dengan Menteri Revitalisasi Ekonomi Nishimura Yasutoshi serta Menteri Kesehatan Tamura Norihisa pada Rabu (24/02/2021) untuk membahas apakah status keadaan darurat bisa dicabut di lima provinsi tersebut.

Pemerintah pusat akan terus menganalisis status sistem layanan medis di 10 provinsi, bahkan setelah keadaan darurat berakhir, guna berjaga jika terjadi lonjakan penyebaran virus. Pemerintah tengah mempertimbangkan pelonggaran langkah-langkah secara bertahap.

Otoritas kesehatan melaporkan penurunan jumlah kasus baru, tetapi pemerintah menilai kewaspadaan yang dilanjutkan tetap diperlukan karena layanan medis masih sangat terbebani.

Pemerintah telah memperbarui seruannya bagi masyarakat agar tidak pergi ke luar rumah demi alasan nonesensial dan bekerja sama dengan upaya guna meningkatkan kerja dari rumah.

Pemerintah pusat juga telah meminta pemerintah-pemerintah kota menjelang musim kelulusan untuk mendesak sekolah agar menerapkan langkah melawan virus korona pada upacara-upacara. Pemerintah pusat juga merekomendasikan masyarakat agar tidak mengadakan perayaan apapun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top