Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Segmen Megathrust Enggano Sudah Digoyang 95 Gempa, Ini Dampaknya

Di segmen megathrust Enggano pada tahun 2000 pernah terjadi gempa bumi besar dengan magnitudo 7,9.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  14:18 WIB
Ilustrasi - Peta Gempa Megathrust - www.bmkg.go.id
Ilustrasi - Peta Gempa Megathrust - www.bmkg.go.id

Bisnis.com, BENGKULU - Selama dua bulan terakhir atau sejak awal 2021 telah terjadi 95 kali gempa bumi di segmen megathrust Enggano.

Demikian catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Kepahiang, BMKG Bengkulu Litman, Senin (22/2/2021).

Litman menyatakan peningkatan aktivitas kegempaan di segmen tersebut terjadi sejak November 2020.

Gempa bumi yang terjadi di segmen tersebut berkekuatan dengan rentang magnitudo terkecil 1,5 dan terkuat bermagnitudo 6,3, termasuk dua gempa yang mengguncang Bengkulu Senin (22/2/2021).

"Termasuk dua gempa kecil pagi tadi terjadi di segmen megathrust," kata Litman saat dihubungi di Bengkulu.

Dua gempa bumi yang mengguncang Bengkulu Senin pagi, pertama dengan magnitudo 4,7 terjadi pada pukul 03.59 WIB dengan titik episentrum 5,92 Lintang Selatan dan 101,37 Bujur Timur.

Lokasi gempa berjarak 118 Barat Daya Pulau Enggano dengan kedalaman 28 kilometer.

Gempa bumi kedua dengan magnitudo 5,0 terjadi pada pukul 04.10 WIB dengan titik episentrum 4,34 Lintang Selatan dan 102,13 Bujur Timur. 

Lokasi gempa berjarak 57 kilometer Barat Daya Seluma-Bengkulu dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa bumi tersebut terjadi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menghunjam ke bawah lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik.

Segmen megathrust Enggano memiliki magnitudo tertarget mencapai 8,4.

Namun, dengan sering terjadinya gempa-gempa kecil, akumulasi energi yang tersimpan selalu dilepas, sehingga gempa besar atau pengumpulan energi besar diprediksi sulit terjadi.

Kendati demikian, menurut Litman tidak ada yang bisa memprediksi kapan gempa terjadi, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang dan selalu waspada.

Litman menjelaskan di segmen megathrust Enggano pada tahun 2000 pernah terjadi gempa bumi besar dengan magnitudo 7,9.

Selain itu, di segmen tersebut pada Agustus 2020 pernah terjadi gempa doublet atau gempa kembar dengan kekuatan dan waktu terjadi hampir beriringan.

"Karakteristik gempa di Bengkulu itu rata-rata menurun. Selama ini kebiasaan yang sering terjadi itu skala gempanya semakin kecil dan semoga tidak ada gempa besar," ujar Litman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa bengkulu megathrust ENGGANO

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top