Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disebut dalam Korupsi Asabri, Ini Profil Jakarta Emiten Investor

Jimmy Sutopo diketahui Direktur PT Jakarta Emiten Investor. Lewat Jakarta Emiten Investor, dia diduga memainkan peran dalam praktik pencucian uang taipan Bentjok.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  10:24 WIB
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Jimmy Sutopo sebagai tersangka korupsi dana investasi Asabri.

Selain itu dia juga langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas I Cipinang cabang KPK.

Usai diperiksa, tersangka Jimmy Sutopo ke luar dari ruang pemeriksaan menggunakan rompi merah muda dan didampingi penasihat hukum beserta tim penyidik Kejagung ke Rutan Kelas I Cipinang cabang KPK.

Tersangka Jimmy Sutopo lebih memilih bungkam saat masuk ke dalam mobil tahanan dan berlari untuk menghindari kerumunan media yang telah menunggu dirinya sejak pagi tadi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan telah menjerat tersangka Jimmy Sutopo dengan pasal berlapis yakni pasal korupsi dan pasal pencucian uang.

Jimmy diketahui Direktur PT Jakarta Emiten Investor. Lewat Jakarta Emiten Investor, dia diduga memainkan peran dalam praktik pencucian uang taipan Bentjok.

Berdasarkan catatan Bisnis, struktur PT Jakarta Emiten Investor baru terakhir kali diubah pada tanggal 30 Desember 2019. Alamat perusahaan ini berada di gedung Ciputra Artpreneur lantai 5 Jakarta. Tujuan pendirian perusahaan itu adalah untuk aktivitas konsultasi manajemen.

Jakarta Emiten Investor diketahui memiliki modal dasar senilai Rp7,5 miliar dengan modal yang ditempatkan senilai Rp1,87 miliar dengan harha per lembar saham senilai Rp10.000.

Pengendali saham Jakarta Emiten adalah PO Saleh dengan kepemilikan sebanyak 103.125 lembar saham atau senilai Rp1,03 miliar. PO Saleh seperti disebutkan di atas adalah nominee dari Benny Tjokro.

Sementara sisanya atau sebanyak 84.375 lembar saham senilai Rp843,7 juta dipegang oleh Jimmy Sutopo sendiri. 

Adapun penyidik Kejagung telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Selain Jimmy Sutopo, penyidik sebelumnya telah menetapkan 8 tersangka lainnya.

Kedelapan tersangka itu adalah Benny Tjokrosaputro Dirut PT Hanson International Tbk, Heru Hidayat-Komisaris PT Trada Alam Minera, mantan Direktur Utama PT Asabri (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri, mantan Direktur Utama PT Asabri (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Kemudian tersangka Presiden Direktur PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Ilham W Siregar Kepala Divisi Investasi PT Asabri, eks Direktur Keuangan PT Asabri berinisial BE dan Direktur Asabri berinisial HS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK asabri Kejaksaan Agung
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top