Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Raih Izin Darurat, Bio Farma: 15 Juta Vaksin Covid-19 Siap Diantar

Sesuai dengan target pemerintah, akan ada 7,5 juta dosis akan dieksekusi untuk program vaksin pada masyarakat Indonesia tahap kedua pada Februari.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  13:23 WIB
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir. / Bio Farma
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir. / Bio Farma

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) telah memproduksi sebanyak 15 juta dosis vaksin yang masih menunggu proses penerbitan rilis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan penerbitan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization(EUA) yang diberikan oleh BPOM kepada Vaksin Covid-19 yang diproduksi di fasilitas pabrik di Bandung akan mempercepat program vaksinasi nasional.

“Sampai hari ini kita sudah melakukan produksi 15 batch, artinya 15 juta dosis selesai diproduksi dan secara bertahap akan dilakukan penerbitan rilis oleh BPOM,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (16/2/2021).

Sesuai dengan target pemerintah, akan ada 7,5 juta dosis akan dieksekusi untuk program vaksin pada masyarakat Indonesia tahap kedua pada Februari.

Nantinya, distribusi akan dilakukan sesuai dengan lokasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. “Dari Kementerian Kesehatan sudah punya prioritas lokasi atau provinsi untuk program vaksinasi,” jelasnya.

Seperti diketahui, tenaga kesehatan menjadi kelompok pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac sebanyak 3 juta dosis. Adapun produksi Bio Farma akan diberikan kepada penerima vaksin di kelompok kedua yakni petugas pelayanan publik.

“Targetnya ada 16,9 juta [tahak kedua] yang akan dilakukan program vaksinasi dan akan dilakukan bertahap sesuai dengan kesiapan suplai vaksin yang kami produksi,” ujarnya.

BPOM baru saja menerbitkan EUA untuk vaksin produksi Bio Farma yang bahan bakunya dari diimpor dari Sinovac. Penerbitan EUA dilakukan secara terpisah karena ada perbedaan tempat produksi dan kemasan, yakni yang sebelumnya single dose menjadi multiple doses agar lebih efisien.

Vaksin dari virus yang diinaktivasi ini dikemas dalam dus berisi 10 vial dan stabil disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius. Setiap vial dilengkapi barcode dua dimensi sebagai identitas masing-masing vial dan berfungsi melakukan tracking dan mencegah pemalsuan vaksin.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan meski vaksin Covid-19 yang diproduksi Bio Farma memiliki kandungan profil, mutu, khasiat, dan keamanan yang sama dengan vaksin CoronaVac yang diproduksi di Beijing, vaksin tetap membutuhkan pengujian dan evaluasi khusus.

Hingga 15 Februari 2021, BPOM sudah melakukan pengujian produk sebanyak 5 juta dosis vaksin dan siap digunakan dalam program vaksinasi.

“Dengan EUA diterbitkan, BPOM akan terus mengawal mutu vaksin pada jalur distribusi mulai dari keluar industri sampai ke masyarakat,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPOM bio farma Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top