Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Percepat Bantuan Logistik, BNPB Gunakan Helikopter Chinook

Chinook merupakan helikopter berbadan besar dengan bobot kosong mencapai 10.185 kilogram.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 30 Januari 2021  |  12:37 WIB
BNPB menggunakan helikopter Chinook untuk mengirim bantuan ke Desa terdampak gempa di Sulawesi Barat. - Twitter @bnpb
BNPB menggunakan helikopter Chinook untuk mengirim bantuan ke Desa terdampak gempa di Sulawesi Barat. - Twitter @bnpb

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoperasikan helikopter Chinook untuk pengiriman bantuan logistik ke Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda, dan Desa Pangasaan, Kecamatan Tapalang Barat, Sulawesi Barat.

Helikopter Chinook bertipe CH47D dan berkode Reg. N303AJ telah berperan dalam misi penanggulangan bencana di Tanah Air.

Chinook merupakan helikopter berbadan besar dengan bobot kosong mencapai 10.185 kilogram.

Nama helikopter yang diambil dari nama suku Indian ‘Chinook’ dikembangkan Amerika Serikat sejak 1957.

Tidak mudah mengoperasikan helikopter ini. Keahlian pilot yang handal menjadi salah satu penentu keberhasilan operasi udara dengan teknik precision long line atau sling load ini.

Teknik ini menggantungkan barang bantuan dengan tali yang tepat di bawah badan helikopter. 

Helikopter itu mampu mengangkut muatan hingga berat 4.000 ton. Selain faktor berat muatan, pilot juga harus memperhitungkan kecepatan angin dan cuaca sepanjang rute tujuan.

Cuaca di wilayah Sulawesi Barat sangat cepat berubah sehingga pilot membutuhkan presisi data terkait kondisi tersebut.

Di samping itu, instruktur precision long line Ariel Arief Machmud teknik sling load digunakan helikopter untuk operasi pada area yang dapat dikategorikan berisiko tinggi.

"Karena pilot yang sewajarnya terbang melihat ke depan, sedangkan dengan teknik ini mau tidak mau harus lihat ke bawah. Sebuah persepsi teknik terbang yang di luar kelaziman pada umumnya pilot pesawat maupun heli manapun," ujar pria yang membantu dalam koordinasi operasi udara helikopter Chinook BNPB melalui pesan singkat, Sabtu (30/1/2021).

Persiapan pengiriman bantuan logistik dengan teknik ini berbeda dibandingkan dengan memasukkan barang bantuan ke dalam badan helikopter.

Pada pengiriman dengan teknik precision long line, terlebih dahulu barang-barang bantuan diletakkan pada alas jaring berbobot 200 kg.

Alas jaring kemudian ditutup dengan jaring lainnya untuk saling terikat. Setelah itu, pengait dipasangkan tepat di tengah diameter muatan.

Tak hanya kehandalan pilot, kecepatan personel di darat juga berperan dalam operasi pengiriman bantuan melalui udara ini. Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI AU dengan cepat mempelajari teknik merajut jaring dan melepas pengait tali sling load dengan cepat dan tepat.

Sebelum dropping bantuan ini, sebanyak tiga personel telah siap terlebih dahulu di titik pendaratan barang bantuan. Saat bantuan menyentuh tanah, tiga personel ini dengan sigap melepaskan pengait.

Sejumlah warga sudah siap membantu untuk mengeluarkan barang muatan dari jaring. Setelah selesai, jaring pun dikaitkan kembali ke pengait tali yang dibawa helikopter.

Jumat kemarin (29/1/2021), helikopter bermesin ganda ini berhasil mendaratkan bantuan dengan berat total 8 ton di dua desa terdampak gempa M6,2, yakni di Desa Kalobang dan Lemo-lemo, yang merupakan desa terisolir yang berada di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Pada pengiriman kedua, helikopter Chinook tak perlu mendarat. Tali pengait diterima oleh personel darat untuk memasangkan antar pengait tali dengan pengait muatan.

Dengan cepat barang bantuan terangkat dan sekejap meninggalkan lokasi Bandar Udara Tampa Padang.

Sebelum beroperasi di Mamuju pada Jumat kemarin, helikopter ini mengudara dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Ariel menceritakan, kru helikopter harus menembus medan berat.

"Ini perjuangan yang harus kami lalui menembus medan Kendari menuju Mamuju lalu kembali ke Makassar," tuturnya.

Medan berat yang harus dilalui kata Ariel yaitu jarak pandang, rintangan, seperti gunung, bangunan tinggi, tiang dan kabel listrik, hingga antena BTS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb Helikopter
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top