Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cuaca Ekstrem, Jakarta dan 5 Provinsi Ini Berstatus Siaga Banjir

Analisis BMKG menunjukkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dan diprediksi dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  17:40 WIB
Ilustrasi - Warga menyeberang sungai menggunakan jembatan darurat akibat jembatan gantung di Desa Alat putus akibat banjir bandang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Rabu (20/1/2021). - Antara
Ilustrasi - Warga menyeberang sungai menggunakan jembatan darurat akibat jembatan gantung di Desa Alat putus akibat banjir bandang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Rabu (20/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan cuaca ekstrem yang dapat terjadi terkait dengan puncak musim hujan tahun ini.

BMKG mencatat sebagian besar wilayah di Indonesia, tepatnya 94 persen dari 342 Zona Musim, saat ini telah memasuki musim hujan.

Seperti telah diprediksi sejak Oktober 2020, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021 di sebagian Sumatra bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

"Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan," ujar Deputi Bidang Meteorologi Guswanto, dalam keterangan resmi BMKG, Rabu (27/1/2021).

Menurut Guswanto analisis BMKG menunjukkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan.

Hal itu diprediksi dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

"Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia," urai Guswanto.

Selain itu, munculnya pusat tekanan rendah di Australia bagian utara mendorong terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi). Kondisi tersebut dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

"Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang," ujarnya.

Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sejumlah wilayah berikut:

  • Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung
  • Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
  • Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara
  • Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara
  • Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF), untuk dampak banjir/banjir bandang, selama dua hari ke depan (28 - 29 Januari 2021) enam provinsi berpotensi banjir dengan status siaga.

Keenam provinsi itu adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat.

"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," ujar Guswanto.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir BMKG

Sumber : BMKG

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top