Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi pada 18-19 Januari 2021

Potensi gelombang 1,25-2,5 meter di Perairan Utara Sulawesi Utara, Perairan Kepulauan Sitaro, Perairan Bitung dan Likupang, Laut Maluku, dan Laut Sulawesi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  08:05 WIB
Gelombang laut setinggi lebih dari 7 meter menerjang pantai Sembukan, Paranggupito, Wonogiri pada puncak ombak besar Samudera Hindia, Rabu (25/7/2018). Pengelola pantai dan warga setempat melarang wisatawan untuk mendekat ke pantai karena cukup membahayakan keselamatan. - Bisnis/Sunaryo Haryo Bayu
Gelombang laut setinggi lebih dari 7 meter menerjang pantai Sembukan, Paranggupito, Wonogiri pada puncak ombak besar Samudera Hindia, Rabu (25/7/2018). Pengelola pantai dan warga setempat melarang wisatawan untuk mendekat ke pantai karena cukup membahayakan keselamatan. - Bisnis/Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan akan adanya potensi gelombang tinggi terutama di wilayah Sulawesi pada 18-19 Januari 2021.

Berdasarkan keterangan BMKG, terdapat potensi gelombang 1,25-2,5 meter di Perairan Utara Sulawesi Utara, Perairan Kepulauan Sitaro, Perairan Bitung dan Likupang, Laut Maluku, dan Laut Sulawesi.

Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 – 4 meter berpotensi terjadi di Laut Sulawesi bagian Timur, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Kepulauan Talaud, sebelah Barat Perairan Kepulauan Sitaro, dan Laut Maluku bagian Utara.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo menuturkan, bahwa gelombang tinggi disebabkan suhu permukaan laut di perairan utara Halmahera terpantau sekitar 30 – 32 C, lebih hangat jika dibandingkan dengan suhu permukaan laut di utara Kalimantan yang berkisar antara 28 – 30C.

Meningkatnya suhu permukaan laut di utara perairan Halmahera mengakibatkan terbentuknya daerah tekanan rendah (1008 HPA). Sedangkan, pada perairan Kalimantan Utara terpantau memiliki daerah tekanan yang lebih tinggi (1010 HPA).

“Perbedaan tekanan udara di antara perairan Utara Kalimantan dan Utara perairan Halmahera mengakibatkan angin bertiup kencang dari Barat ke Timur dengan kecepatan 20 – 30 knots. Peningkatan kecepatan angin, durasi angin berhembus, dan panjang hembusan angin dapat membangkitkan gelombang tinggi,” jelasnya, mengutip keterangan resmi BMKG, Senin (18/1/2021).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG gelombang tinggi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top