Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Covid-19 : Ini Dua Pesan Penting dari MUI

Program vaksinasi resmi dimulai sejak disuntiknya Presiden Joko Widodo dengan vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2021). Meski demikian, masih ada sebagian masyarakat yang masih enggan mengikutip program tersebut. Apa pesan Majelis Ulama Indonesia (MUI)?
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  20:59 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA FOTO - Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA FOTO - Setpres/Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA - Program vaksinasi resmi dimulai sejak disuntiknya Presiden Joko Widodo dengan vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2021). Meski demikian, masih ada sebagian masyarakat yang masih enggan mengikutip program tersebut. Apa pesan Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

Amirsyah Tambunan, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyampaikan dua hal penting terkait dengan program vaksinasi Covid-19.

Pertama, mari sukseskan vaksinasi Covid-19 karena telah aman, halal, dan toyyib, kita gunakan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kedua, dalam proses vaksinasi ini kita terus menjaga dan sekaligus menegakkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin.

"Semoga dengan vaksinasi Covid-19 ini merupakan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan lahir dari kesadaran kita masing-masing untuk menyukseskan hingga cakupan vaksinasi Covid-19 bisa tercapai lebih dari 7 persen," ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (15/1/2021).

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin sebelumnya mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 sangat penting untuk mencegah wabah Corona yang melanda hampir seluruh dunia.

Vaksinasi, kata dia, merupakan ikhtiar melindungi jiwa agar tetap sehat dan bisa menjalankan kehidupan. Ishomuddin ikut dalam vaksinasi perdana bersama Presiden Joko Widodo dan tokoh penting di Istana Merdeka, hari ini Rabu (13/1/2021).

Ia melanjutkan masyarakat Indonesia perlu yakin bahwa vaksin ini telah mendapat sertifikasi halal dari MUI dan keamanannya dari Badan POM. Publik, kata dia, bisa mengikuti vaksinasi Covid-19 tanpa takut dan memiliki keraguan.

"Kita tolak tegas kampanye anti vaksin. Kita berharap pandemi segera berakhir sehingga masyarakat Indonesia bisa pulih dari sisi ekonomi dan lainnya. Percaya lah, pemerintah tidak akan mencelakakan rakyatnya," katanya.

Sejumlah kalangan profesional hingga industriawan pun saling berkampanye menyatakan kesiapan untuk divaksin melalui media sosial atau foto profil whatsApp.

Meski vaksinasi telah dimulai, masyarakat diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik alias 3M.

“Yang paling penting adalah walaupun sudah melakukan vaksinasi tetapi tetap melakukan protokol kesehatan,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Muhammad Budi Hidayat di Kota Banda Aceh, Jumat (15/1/2021)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker
#jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan
#cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mui vaksinasi Adaptasi Kebiasaan Baru Kampanye 3M
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top