Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenang Syekh Ali Jaber: Maafkan hingga Menyelamatkan Pelaku Penusukan

Banyak kisah teladan dari sosok Syekh Ali Jaber. Mulai dari mengasuh seorang pemulung karena mengaji di tepi jalan hingga memaafkan pelaku penusukan dirinya pada September 2020. 
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  15:37 WIB
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA - Dian Hadiyatna)
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA - Dian Hadiyatna)

Bisnis.com, JAKARTA - Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada pukul 08.30 WIB di rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Kabar ini menjadi duka yang menyelimuti masyarakat Indonesia.

Banyak kisah teladan dari sosok Syekh Ali Jaber. Mulai dari mengasuh seorang pemulung karena mengaji di tepi jalan hingga memaafkan pelaku penusukan dirinya. 

Peristiwa penusukan itu terjadi di Lampung pada 13 September 2020 lalu. Tepatnya, kala dia sedang mengisi acara dakwah di masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

"Saya berusaha jadi orang baik, terutama suci hati," kata Syekh Ali Jaber, dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier, Kamis (14/1/2021).

Syekh Ali Jaber menceritakan kronologis penusukan tersebut kepada Deddy. Saat itu, Syekh Ali Jabar meminta salah satu wisuda anak-anak untuk melakukan tes bacaan Al-Qur'an dan naik ke panggung.

Setelah Syekh Ali Jaber melakukan tes bacaan ke wisudawan tersebut, dia pun menanyakan hadiah apa yang diinginkan.

"Karena saya dekat dengan anak-anak, saya sampaikan, 'Nak, kamu mau hadiah apa?' Saya ingin kasih sesuatu," ucap Syekh Ali Jaber seperti dikutip Bisnis.com, Kamis (14/1/2021).

Wisudawan itu pun bingung dan turun panggung menemui ibunya. Kemudian kembali ke atas panggung.

"Sebenarnya keinginan saya, dia bilang umrah. Niat saya begitu," kata Ali Jaber.

Tak lama wisudawan itu pun kembali ke atas panggung dan mengatakan ingin hadiah umrah. Syekh Ali Jaber meminjam ponsel ibu dari wisudawan itu untuk berfoto, tetapi kapasitas ponsel tersebut penuh.

Kemudian muncul pelaku dari sisi sebelah kanan Syekh Ali Jaber dan mengira bahwa orang tersebut akan meminjamkannya ponsel untuk berfoto.

Awalnya, pelaku mengarahkan senjata tajam tersebut ke bagian leher Syekh Ali Jaber. Namun, senjata tersebut mengenai lengan kanannya.

"Begitu saya sendiri, jemaah langsung tahan dia. Kemudian saya melihat ada pisau [di lengan kanan]," katanya.

Jemaah juga sempat meluapkan emosi kepada pelaku. Lalu, Syekh Ali Jaber berdiri dan melerai emosi jemaah.

Anehnya, Syekh Ali Jaber justru merasa tenang dan tidak gelisah. Dia hanya memikirkan untuk menyelamatkan pelaku.

"Saya bilang 'Kasihan, jangan begitu. Dia memang salah, tapi bukan begitu caranya. Dia tetap manusia, mohon diamankan'," jelasnya.

Syekh Ali Jaber bahkan tidak memikirkan motif serta alasan apa yang dilakukan pelaku penusukan tersebut kepada dirinya.

Menurutnya, semua tindakan yang terjadi sudah dikehendaki oleh Allah SWT.

"Saya pikir ini takdir dari Allah. Ya Allah ini dari-Mu, Alhamdulillah Innalillah Wa Innalillahirojiun, itu saja yang saya ucapkan," ujarnya.

Bahkan, Syekh Ali Jaber tidak mau berburuk sangka kepada pelaku yang menusuknya walaupun telah mendengar ucapan dari beberapa orang.

Dia mengatakan jika tidak bisa berbicara yang baik, lebih baik diam.

"Saya belajar, saya berusaha apa yang diajarkan oleh Islam, saya terapkan. Dan menurut saya, kemuliaan akhlak seseorang bukan di saat lagi santai, tetapi saat diuji kemuliaan akhlak seseorang ketika musibah," paparnya.

Syekh Ali Jaber mengaku melakukan hal tersebut adalah meniru akhlak Nabi Muhammad SAW.

"Kita lihat contoh Nabi Muhammad SAW. Pas lagi sujud, dibuang kotoran orang di atas kepalanya. Nggak marah, biasa saja," ujar Ali Jaber kepada Deddy Corbuzier.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ulama Syekh Ali Jaber
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top