Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Hanya Manusia, Boneka Beruang pun Menanti Pandemi Covid Usai

Puluhan ribu boneka Teddy Bear harus sabar menanti wabah global virus Corona berlalu. Andai boneka-boneka itu adalah makhluk bernyawa, mungkin kita bisa mendengar apa keluhan mereka.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  12:08 WIB
Valeria Schmidt memeluk boneka Teddy Bear di Harsany, Hongaria, 11 Januari 2021/Antara - Reuters/Bernadett Szabo
Valeria Schmidt memeluk boneka Teddy Bear di Harsany, Hongaria, 11 Januari 2021/Antara - Reuters/Bernadett Szabo

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang terjadi di hampir seluruh bagian dunia tak hanya berdampak pada manusia.

Puluhan ribu boneka beruang "Teddy Bear" pun harus sabar menanti wabah global virus Corona berlalu. Andai boneka-boneka itu adalah makhluk bernyawa, mungkin kita bisa mendengar apa keluhan mereka.

Di sebuah desa kecil di Hongaria timur, lebih dari 20.000 boneka beruang "hibernasi" di gudang, menunggu pandemi virus Corona mereda sehingga mereka dapat membawa kegembiraan untuk anak-anak di tempat penitipan.

Dijuluki "Mama Teddy Bear", Valeria Schmidt menyimpan koleksi beruangnya, yang sekarang dikemas dalam kantong plastik untuk tidur panjang selama musim dingin. Pembatasan wilayah parsial berlaku di Hungaria akibat kasus virus Corona yang kembali muncul.

"Saya memberikan boneka beruang untuk tempat penitipan, prasekolah dan keluarga tidak mampu. Saya membuat pameran untuk institusi [anak], semacam pojok Teddy Bear yang menenangkan. Tempat anak bisa bermain dengan 30 - 50 boneka," kata Schmidt seperti dikutip Antara dari Reuters, Rabu (13/1/2021).

"Sayangnya saya tidak bisa melakukan itu sekarang akibat virus," ujarnya.

Perempuan berusia 62 tahun yang punya empat anak ini sudah mengoleksi boneka beruang selama 40 tahun. Bahkan, tercatat dalam Guinness Book of Records 2019 untuk kategori koleksi boneka beruang terbanyak di dunia.

Kecintaan Valeria Schmidt kepada beruang tumbuh dari trauma masa kecil. Orangtuanya bercerai saat dia masih berusia empat tahun. Valeria Schmidt tumbuh dalam kemiskinan bersama ibunya yang pemabuk berat.

"Bukan cuma tidak punya mainan, kami juga hampir tidak punya pakaian. Makanya saya ingin boneka beruang agar bisa memeluknya dan mendapatkan cinta darinya," ujar Valeria Schmidt.

Dia memeluk dan sering membelai boneka-bonekanya dalam sehari, dan dia mengatakan boneka-boneka itu telah menyembuhkan jiwanya.

"Sekarang boneka beruang ini sudah menggantikan rasa lapar, kurang cinta, kurang mainan dan segalanya. Apalagi ketika saya lihat anak-anak datang ke pameran dan saya melihat kebahagiaan di mata mereka," ujarnya.

Vaksinasi Covid-19 yang mulai dilakukan di sejumlah negara bisa menjadi harapan munculnya kekuatan tubuh manusia menghadapi infeksi Corona.

Kelak, ketika herd immunity tercapai, anak-anak pun bisa kembali bermain dengan boneka-boneka Teddy Bear seperti milik Valeria Schmidt yang sekarang terpaksa berhibernasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boneka Covid-19 Vaksin Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top