Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peneliti Brasil: Kemanjuran Vaksin CoronaVac Hanya 50,38 Persen

Angka itu sebenarnya telah memenuhi ambang batas yang disyaratkan oleh regulator global untuk persetujuan, tetapi jauh di bawah angka 78 persen yang diumumkan minggu lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  08:28 WIB
Kandidat vaksin covid/19 Sinovac
Kandidat vaksin covid/19 Sinovac

Bisnis.com, JAKARTA - Pejabat Brasil mengatakan tingkat kemanjuran vaksin CoronaVac yang dikembangkan dalam kemitraan dengan Sinovac Biotech Ltd China hanya 50,38 persen dalam mencegah kasus infeksi Virus Corona.

Angka itu sebenarnya telah memenuhi ambang batas yang disyaratkan oleh regulator global untuk persetujuan, tetapi jauh di bawah angka 78 persen yang diumumkan minggu lalu.

Pada konferensi pers, pejabat negara bagian Sao Paulo dan peneliti dari Butantan Institute menjelaskan bahwa mereka membagi kasus dalam enam kategori: asimtomatik, sangat ringan, ringan, dua tingkat sedang, dan berat. Dua kategori pertama tidak memerlukan bantuan medis.

Angka 78 persen dihitung dengan mempertimbangkan kasus ringan, sedang dan berat, kata para pejabat itu seperti dikutip Bloomberg.com, Rabu (13/1/2021). Ketika kasus yang sangat ringan di antara 13.000 sukarelawan dimasukkan, angkanya adalah 50,4 persen.

Sebanyak 167 orang terinfeksi pada kelompok plasebo dan 85 orang pada kelompok vaksin.

“Vaksin menurunkan intensitas penyakit,” kata Ricardo Palacios, Direktur Medis Butantan.

Lembaga penelitian lokal yang menyumbang sebagian besar produksi vaksin Brasil secara keseluruhan itu sedang mengembangkan vaksin dalam kemitraan dengan Sinovac.

Palacios mengatakan fakta bahwa tes dilakukan pada tenaga medis yang sangat terpapar virus. Dua dosis vaksin diberikan pada interval pendek sehingga membantu menjelaskan tingkat paparan yang lebih rendah.

“Kami menambahkan semua kemungkinan kesulitan,” katanya.

Dia menambahkan, bahwa ketika Anda mempersingkat waktu antara dosis maka  Anda menurunkan respons imun.

Efek Samping

Dalam kasus vaksin Moderna dan Pfizer, uji coba besar mengharuskan pasien untuk memiliki satu atau dua gejala Covid-19 dan tes positif dihitung sebagai kasus. Meski keduanya terbukti mencegah sekitar 95 persen kasus, teknologi mRNA membuatnya lebih mahal dan menambah komplikasi logistik sehingga membuatnya kurang layak untuk negara berkembang.

Rasa sakit yang terlokalisasi adalah efek samping terbesar dari suntikan Sinovac selain sakit kepala dan kelelahan, tetapi tidak ada efek samping serius yang tercatat, menurut Butantan.

Tujuh sukarelawan dalam kelompok plasebo percobaan itu membutuhkan rawat inap dan tidak ada dari kelompok yang menerima suntikan yang membutuhkannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top