Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEM UI: Vaksinasi Bukan Satu-Satunya Solusi Atasi Covid-19

Pemerintah diharapkan tidak menjadikan vaksinasi sebagai satu-satunya cara menahan laju penyebaran pandemi Covid-19. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  14:41 WIB
Petugas kesehatan memberikan contoh cara memvaksin seorang pasien saat simulasi pemberian vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta, Selasa (12/1/2021). - Antara/Muhammad Adimaja
Petugas kesehatan memberikan contoh cara memvaksin seorang pasien saat simulasi pemberian vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta, Selasa (12/1/2021). - Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk tidak menganggap vaksinasi sebagai satu-satunya solusi mengatasi pandemi Covid-19.

Di luar itu masih ada 3 T yang harus dilakukan pemerintah dan 3 M yang mesti dilaksanakan dengan disiplin oleh masyarakat.

Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terpilih Leon A Putra, pemerintah diharapkan tidak menjadikan vaksinasi sebagai satu-satunya cara menahan laju penyebaran pandemi Covid-19. 

Selain itu, ia juga mengajak semua pihak mengawasi pelaksanaan vaksinasi ini.

Vaksinasi, kata dia, di Jakarta, Rabu (13/1/2021), sama penting dengan penerapan praktik 3P (Penelusuran, Pengujian, dan Perlakuan) alias 3T (Tracing, Testing, Treatment) dan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

"Kami berharap vaksinasi ini dapat menjadi game changer, dalam artian dapat menjadi salah satu titik balik penanganan masalah Covid-19 di Indonesia. Vaksin ini jangan sampai dianggap sebagai satu-satunya solusi," katanya.

Apalagi, lanjut Leon, proses vaksinasi cukup panjang, seperti rencana Kementerian Kesehatan, sampai Maret 2022.

"Jadi, harapannya nanti 3M dan 3T juga terus ditingkatkan. Jadi, dari segi masyarakatnya 3M dan dari segi pemerintahnya 3T terus ditingkatkan," kata dia.

Selain itu, dia meminta masyarakat tidak terpengaruh berita-berita hoaks terkait vaksinasi Covid-19.

Ia mengatakan masyarakat harus bisa menyaring informasi valid dan akurat. Ketika menerima sebuah informasi, pastikan dulu kebenarannya.

"Ini penting juga untuk masyarakat jangan termakan hoaks-hoaks yang beredar. Itu juga menjadi perhatian karena banyak hoaks yang beredar dan mayarakat harapannya bisa mencari informasi yang lebih valid. Dan juga dari pemerintah juga harus bisa menyediakan informasi tersebut," katanya.

Pada sisi lain, dia meminta pendistribusian vaksin Covid-19 dikawal ketat dari semua lapisan masyarakat termasuk pengawasan anggarannya.

"Ini juga terkait pengawasan anggaran. Jadi, kami berharap, ya, kita tahu apa yang terjadi di bansos kemarin, itu aib buat negara kita di tengah pandemi masih ada oknum memanfaatkan kepentingan pribadi," ujar dia.

Leon menegaskan jangan sampai proses pendistribusian vaksin Covid-19 menjadi bancakan pihak-pihak tertentu. Kasus korupsi bansos yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara harus menjadi pelajaran berharga.

"Nah, vaksinasi distribusinya tentu akan membutuhkan anggaran besar. Ini kami berharap realisasinya bisa diawasi dan tidak terjadi lagi korupsi seperti kasus bansos kemarin. Itu yang paling penting," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Covid-19 Vaksin Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top