Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Harus Tunggu 30 Menit Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Alasannya? 

Meski sudah disuntikan vaksin Covid-19, Jokowi dan tokoh-tokoh tidak bisa langsung meninggalkan Istana Kepresidenan. Mereka harus menunggu setidaknya 30 menit di lokasi. Apa alasannya?
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  11:50 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) bersiap disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Penyuntikan perdana vaksin Covid-19 ke Presiden Joko Widodo tersebut menandai dimulainya program vaksinasi di Indonesia. ANTARA FOTO/HO - Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo (tengah) bersiap disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Penyuntikan perdana vaksin Covid-19 ke Presiden Joko Widodo tersebut menandai dimulainya program vaksinasi di Indonesia. ANTARA FOTO/HO - Setpres/Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menerima vaksinasi Covid-19 perdana di Indonesia yang digelar di Istana Kepresidenan pada Rabu pagi (13/1/2021).

Jokowi menjadi orang Indonesia pertama yang disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Profesor Abdul Muthalib menjadi dokter yang menyuntikan vaksin Covid-19 kepada Presiden Jokowi.

Meski sudah diberikan vaksin, Jokowi dan tokoh-tokoh lain yang mendapat vaksinasi tidak bisa langsung meninggalkan Istana Kepresidenan. Mereka harus menunggu setidaknya 30 menit di lokasi. Apa alasannya?

Mengutip akun Instagram Kementerian Komunikasi dan Informasi (@kemenkominfo), semua orang yang sudah menerima vaksin Covid-19 diwajibkan menunggu 30 menit di lokasi.

Hal tersebut ternyata sudah tercatat pada petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Bagi mereka yang disuntik vaksin Covid-19 disarankan untuk menunggu di fasilitas kesehatan minimal selama 30 menit untuk mengantisipasi terjadinya KIPI [efek samping]," tulis akun Instagram @kemenkominfo seperti dikutip Bisnis, Rabu (13/1/2021).

Vaksin Covid-19 secara umum tidak menimbulkan efek samping. Namun, apabila terjadi biasanya hanya reaksi ringan, misalnya:

1. Reaksi lokal (nyeri, kemerahan bengkak).
2. Reaksi Sistemik (demam, nyeri otot, nyeri sendi, badan lemas, dan sakit kepala).
3. Reaksi lain (alergi, urtikaria, anaflaksis, dan pingsan).

Nantinya, petugas kesehatan akan memberikan penanganan apabila muncul efek samping. Kemenkominfo menulis peserta vaksinasi yang menderita gejala reaksi lokal akan diberikan kompres dingin dan minum paracetamol.

Sementara itu, penerima vaksin yang mengalami gejala sistemik akan diminta air minum lebih banyak, menggunakan pakaian nyaman, kompres atau air mandi hangat, dan minum paracetamol.

Setelah vaksinasi perdana kali ini, seluruh daerah dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 secara serentak. Penyuntikan di daerah diawali oleh kepala daerah dan dilanjutkan oleh para tenaga kesehatan.

Berikut daftar penerima vaksin Covid-19 perdana pada hari ini:

Sesi 1 :
1. Presiden Jokowi
2. dr. Daeng M. Faqih (Ketua IDI)
3. Dr. H. Amiesyah Tambunan (Sekjen MUI/Muhammadiyah)
4. Kiai Ishom PP NU
5. Panglima TNI
6. Kapolri
7. Rafi Ahmad (Perwakilan Anak Muda)

Sesi 2
1. Budi G. Sadikin (Menkes)
2. Prof Dr Unifah Risyidi (PGRI)
3. Ronal Tapilatu (PGI)
4. Agustinus Heri (KWI)
5. I Nyoman Suarthanu (PHDI)
6. Partono Bhikkhu N. M (Permabudhi)
7. Peter Lesmana (Matakin)

Sesi 3
1. Penny Kusumastuti Kepala BPOM
2. Rosan Perkasa (Perwakilan Pengusaha)
3. Ade Zubaedah, Sekjen Ikatan Bidan Indonesia
4. Nur Fauzah ( Perawat)
5. Lusy Noviani (Apoteker)
6. Agustini Setiyorini (Buruh)
7. Ibu Narti (Pedagang)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Vaksin Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top