Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral di Twitter! Dokter Ini Paparkan Plus-Minus Vaksin Sinovac di Indonesia

Seorang dokter bernama Febrina Sugianto membagikan informasi terkait plus-minus vaksin Sinovac di Indonesia. Cuitan tersebut langsung viral di media sosial Twitter.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  09:30 WIB
Kandidat vaksin covid-19 Sinovac  -  Istimewa
Kandidat vaksin covid-19 Sinovac - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan vaksin CoronaVac memiliki tingkat efikasi 65,3 persen berdasarkan uji klinis di Indonesia, 91,25 berdasarkan uji klinis di Brasil, dan 78 persen berdasarkan uji klinis di Turki.

Kebijakan tersebut menimbulkan pro-kontra di dunia maya. Banyak warganet atau netizen menyoroti rendahnya tingkat efikasi atau kemanjuran vaksin Sinovac dibandingkan vaksin buatan Moderna atau Pfizer yang berada di atas 90 persen.

Seorang dokter bernama Febrina Sugianto membagikan informasi terkait hasil sementara uji klinis fase 3 vaksin Sinovac di Indonesia. Cuitan tersebut langsung viral dan sudah mendapat lebih dari 12 ribu likes, 4.300 re-tweet, dan 154 quote tweets.

Informasi tersebut dibagikan Febrina melalui akun Twitter resmi miliknya @febrinasugianto dalam bentuk tweet bersambung atau thread yang diunggah pada Senin malam (11/1/2021).

"Hai! Aku mau bahas vaksin SINOVAC ya jadi, BPOM sudah mengumumkan hasil sementara uji klinis fase 3 vaksin Sinovac di Indonesia memiliki efikasi 65.3%," tulis @febrinasugianto seperti dikutip Bisnis, Selasa (12/1/2021).

Dokter tersebut menjelaskan tingkat efikasi 65,3 persen dapat diartikan dari 100 orang yang disuntikkan vaksin Sinovac, ada sekitar 35 orang yg masih bisa terkena infeksi Covid-19. Namun, dari 100 orang tanpa vaksin Sinovac, 100 org terkena infeksi Covid-9.

Dalam penelitian tersebut, lanjutnya relawan dibagi menjadi dua grup, yakni vaksin dan placebo. Dia mengatakan semua relawan tidak tau kandungan yang diberikan vaksin atau placebo (biasanya dengan larutan normal saline).

"Nah, dari hasil tersebut berarti masih ada kemungkinan terinfeksi Covid-19, maka dari itu 3M tetap perlu dilakukan. Mana tau kapan kita masuk ke 65-nya [persen] dan kapan kita masuk ke 35-nya [persen]?" imbuhnya.

Febrina juga mengungkapkan vaksin Sinovac diragukan karena efikasi lebih rendah dr vaksin Pfizer (95 persen) atau Moderna (94,5 persen) karena Sinovac menghasilkan antibodi lebih rendah dibanding antibodi penyintas Covid-19.

Namun, dia mengatakan keunggulan vaksin Sinovac terletak pada safety (keamanan), dimana efek samping berat hanya muncul pada 0.1-1 persen relawan, sedangkan Pfizer 1,5 persen, dan Moderna 4,1 persen.

Menurutnya, efikasi 65 persen lebih baik daripada tidak sama sekali. Dia menilai semakin banyak orang divaksin semakin dekat kekebalan kelompok (herd immunity).

"Jangan lupa konsultasi dengan dokter dulu ya bagi individu dengan penyakit penyerta. Oh iya, Sinovac ini sudah dinyatakan halal juga oleh BPOM & MUI, ya intinya Sinovac udah di-approve untuk program vaksinasi massal," tulis Febrina

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top