Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jadi Pemesan Vaksin Terbanyak di Dunia, Kanada Mulai Kehabisan Dosis

Kanada sudah memesan dosis vaksin per kapita lebih banyak dibandingkan dengan negara lainnya, mengamankan sekitar 214 juta dosis untuk 38 juta penduduk, dan menjadi negara kedua setelah Inggris yang akan menerima vaksin dari Pfizer Inc.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  09:42 WIB
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di Chelsea, Quebec, Kanada, Jumat (19/6/2020). - Bloomberg/David Kawai
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di Chelsea, Quebec, Kanada, Jumat (19/6/2020). - Bloomberg/David Kawai

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Kanada di bawah pimpinan Justin Trudeau tengah berupaya untuk bisa mempercepat distribusi vaksin Covid-19 di tengah tekanan dari Menteri Kesehatan setempat bahwa Kanada mulai kehabisan vaksin.

Kanada sudah memesan dosis vaksin per kapita lebih banyak dibandingkan dengan negara lainnya, mengamankan sekitar 214 juta dosis untuk 38 juta penduduk, dan menjadi negara kedua setelah Inggris yang akan menerima vaksin dari Pfizer Inc. dan BioNTech SE, serta sudah mendapat izin penggunaan vaksin Moderna Inc.

Sejauh ini, Kanada sudah melakukan vaksinasi kepada 0,7 persen populasinya, lebih rendah dibandingkan 1,9 persen di Amerika Serikat, dan 2,2 persen di Inggris. Beberapa provinsi seperti Ontario, mengatakan sudah mulai kehabisan vaksin jika tidak ada dosis vaksin yang segera datang lagi.

“Kita semua mengalami hal yang sama dalam situasi ini. Kami tidak akan berhenti untuk memastikan bahwa kami bisa mendapatkan vaksin di sini sedini mungkin,” kata Menteri Pelayanan Publik federal Kanada Anita Anand, dilansir Bloomberg, Sabtu (9/1/2021).

Dalam beberapa hari belakangan, vaksinasi di Ontario bekerja bagaikan mesin. Pemerintah setempat melakukan vaksinasi kepada 15.000 orang per hari.

“Kapasitas kami saat ini sudah lebih tinggi dari pasokan vaksin yang ada, sehingga kami mulai kehabisan vaksin jika tidak dapat tambahan dosis vaksin lagi,” kata Doug Ford, Perdana Menteri Ontario.

Anand melanjutkan, Pemerintah Kanada tengah melakukan diskusi dengan para pemasok vaksin untuk bisa mempercepat distribusi. Namun, kebanyakan pesanan dari Kanada adalah dari perusahaan farmasi yang vaksinnya belum disetujui.

Pemerintah Kanada sudah memesan sekitar 53 juta dosis kandidat vaksin dari Sanofi dan GlaxoSmithKline Plc, yang produksinya tertunda.

“Kami akan mempercepat pengantaran dosis vaksin ke provinsi-provinsi. Kami bahkan melipatgandakan pengiriman vaksin pada Januari dan Februari tahun ini,” imbuh Anand.

Mayor Jenderal Dany Fortin, yang memimpin upaya logistik vaksin dari pemerintah mengatakan bahwa Kanada masih dalam jalurnya untuk menerima 2 juta dosis vaksin Moderna dan 4 juta dosis vaksin Pfizer pada akhir Maret.

“Jumlah tersebut sudah cukup untuk vaksinasi 8 persen populasi,” kata Fortin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanada Vaksin Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top