Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO Desak Negara Kaya Setop Pesan Vaksin

WHO mendesak negara-negara kaya untuk berhenti melakukan kesepakatan bilateral dengan produsen vaksin Covid-19 guna memberikan jatah bagi kelompok negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  06:24 WIB
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers COVID-19 di Jenewa, Swiss, Senin (2/3/2020). - Bloomberg/Stefan Wermuth
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers COVID-19 di Jenewa, Swiss, Senin (2/3/2020). - Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Jumat (8/1/2021) bahwa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah belum menerima pasokan vaksin Covid-19.

Oleh karena itu, WHO mendesak negara-negara kaya untuk berhenti melakukan kesepakatan bilateral dengan produsen vaksin Covid-19 guna memberikan jatah bagi kelompok negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Negara-negara kaya memiliki mayoritas pasokan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam komentar tegas tentang nasionalisme vaksin pada jumpa pers di Jenewa yang dilansir Channel News Asia.

"Tidak ada negara yang luar biasa dan harus memotong antrian dan memvaksinasi semua penduduk mereka sementara beberapa tetap tidak memiliki pasokan vaksin," tambahnya.

Dia meminta negara dan produsen untuk berhenti membuat kesepakatan bilateral dan meminta mereka yang telah memesan kelebihan dosis untuk segera menyerahkannya ke fasilitas berbagi vaksin COVAX.

Sementara Tedros tidak menyebutkan nama negara, Uni Eropa mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Pfizer dan BioNTech untuk 300 juta dosis tambahan vaksin Covid-19. Kesepakatan ini adalah sebuah langkah yang akan memberi UE hampir setengah dari produksi global perusahaan untuk tahun 2021.

Perebutan vaksin telah dipercepat karena banyak pemerintah berjuang untuk menjinakkan varian yang lebih menular yang diidentifikasi di Inggris dan Afrika Selatan, yang mengancam sistem perawatan kesehatan yang tengah kewalahan.

Kepala keadaan darurat Mike Ryan menggemakan komentar dari Tedros, menekankan perlunya memberikan dosis kepada kelompok rentan dan petugas kesehatan garis depan terlebih dahulu, di mana pun mereka tinggal.

"Apakah kita akan membiarkan orang-orang yang rentan dan orang-orang yang paling berisiko untuk jatuh sakit dan meninggal karena virus ini?" Dia bertanya.

Pejabat WHO juga mendesak produsen vaksin untuk menyediakan data secara real-time untuk mempercepat distribusinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Vaksin Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top