Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pejabat Gedung Putih Undur Diri Lantaran Trump Provokasi Pendemo

Sejumlah pejabat lain pun tengah mempertimbangkan pengunduran diri, termasuk Robert O’Brien, sang Penasihat Keamanan Nasional.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  13:47 WIB
Ilustrasi White House - Businessweek.com
Ilustrasi White House - Businessweek.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah pejabat teras Gedung Putih mempertimbangkan untuk mengundurkan diri setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyuarakan protes yang menyebabkan para pendukungnya menyerbu Gedung Parlemen, Rabu (6/1/2021) waktu setempat.

Dilansir Bloomberg, Kamis (7/1/2021), Matt Pottinger, wakil penasihat keamanan nasional Donald Trump, bahkan telah memutuskan untuk mengundurkan diri.

Sementara itu, berdasarkan sumber Bloomberg, sejumlah pejabat lain tengah mempertimbangkan pengunduran diri, termasuk atasan Pottinger, yakni Robert O’Brien, sang Penasihat Keamanan Nasional. Dia juga mempertimbangkan untuk meninggalkan Gedung Putih tetapi dibujuk untuk tetap tinggal oleh rekan-rekannya. 

Nama lain yang tengah mempertimbangkan pengunduran diri adalah Chris Liddell. Dia merupakan asisten presiden dan wakil kepala staf untuk koordinasi kebijakan.

Sementara itu, sejumlah asisten di Gedung Putih sudah berhenti berkantor di tempat orang nomor satu di AS itu, setelah kekacauan di Capitol terjadi. Salah satunya adalah kepala staf ibu negara Melania Trump.

Di dalam Gedung Putih Trump, ada kemarahan dan kekhawatiran atas kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Aksi demonstrasi dengan kekerasan itu terjadi saat Kongres mulai menghitung suara elektoral yang mengonfirmasikan kemenangan presiden terpilih Joe Biden.

Sebelum sidang kongres itu, Trump mengadakan rapat umum dengan ribuan pendukung di luar Gedung Putih pada pagi hari. Dia berbicara dengan Wakil Presiden Mike Pence melalui telepon, mendesaknya untuk menolak sebagian suara Biden saat memimpin penghitungan dalam sesi gabungan Kongres.

Selama rapat umum, presiden mendesak para pendukungnya untuk berbaris di Capitol. Massa akhirnya memadati area itu sebelum  akhirnya menerobos garis polisi dan memasuki gedung tepat setelah sesi bersama berlangsung.

Butuh waktu sekitar 45 menit untuk membujuk Trump agar mengeluarkan tweet yang mendesak pengunjuk rasa terhadap kekerasan setelah mereka memasuki gedung, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Mereka yang mencoba berunding dengan presiden termasuk kepala stafnya, Mark Meadows, dan Penasihat Gedung Putih Pat Cipollone.

Meadows dan putri presiden serta penasihat senior, Ivanka Trump, kemudian membujuk Trump untuk merekam video pendek yang dia posting di Twitter.

Dalam video itu, dia mengulangi klaim penipuan dalam penyelenggaraan pemilu yang tidak berdasar. Trump juga menyatakan bahwa para pengunjuk rasa tidak bersalah atas kekerasan itu sembari mendesak mereka untuk pulang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat pilpres amerika Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top