Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejumlah Pemimpin Dunia Kecam Kerusuhan di Gedung Capitol AS

Atas kerusuhan di Gedung Capitol, Inggris dan Australia menyerukan peralihan kekuasaan secara damai dan sekutu di Eropa menyebut tindakan para pengunjuk rasa sebagai serangan terhadap demokrasi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  09:41 WIB
Suasana di gedung Capitol, AS - Bloomberg
Suasana di gedung Capitol, AS - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Para pemimpin dunia menyuarakan kekhawatiran atas pelanggaran massa pro-Trump di depan Gedung Kongres Amerika Serikat.

Inggris dan Australia menyerukan peralihan kekuasaan secara damai dan sekutu di Eropa menyebut tindakan para pengunjuk rasa sebagai serangan terhadap demokrasi.

"Adegan memalukan di Kongres AS," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson setelah pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung, dilansir Bloomberg, Kamis (7/1/2021).

Meskipun terkenal karena kekagumannya pada Trumo, pemimpin Inggris itu mengatakan kini yang paling penting adalah proses peralihan kekuasaan yang damai.

Pemimpin lain yang sebelumnya menyuarakan dukungan untuk Trump, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, menyebut adegan itu sangat menyedihkan.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dalam sebuah wawancara radio bahwa pemerintahnya prihatin akan kondisi itu.

"Kami mengikuti situasi dari menit ke menit saat itu terjadi," katanya.

Komentar mereka muncul setelah Presiden terpilih Joe Biden berpidato kemarin untuk menyerukan warga AS agar memikirkan respons dunia ketika terjadi kerusuhan di negara demokrasi terbesar itu.

Sementara beberapa anggota parlemen Eropa mengeluarkan pernyataan yang mendukung institusi AS dan demokrasinya untuk mengatasi gejolak, yang lain lebih mengutuk presiden dan pendukungnya.

"Musuh demokrasi akan bersukacita atas gambar-gambar luar biasa dari Washington ini," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas. Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon mengatakan yang dilakukan massa adalah hal yang memalukan dan serangan terhadap demokrasi.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Washington mengingatkan warganya yang tinggal di AS untuk meningkatkan kewaspadaan akan keselamatan diri. Pemerintah China di Beijing tidak segera mengeluarkan tanggapan langsung terhadap kekerasan massa, tetapi laporan berita awal di media pemerintah menekankan kekacauan yang berasal dari Washington.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kerusuhan kongres as Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top