Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Angkat Bicara Terkait Pengayaan Uranium 20 Persen Iran

Pemerintah Jepang sendiri telah memberikan tanggapannya terkait dengan upaya yang dilakukan oleh Iran. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato menilai apa yang dilakukan Iran sudah melanggar perjanjian kesepakatan nuklir 2015.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 06 Januari 2021  |  10:33 WIB
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA - Iran menyatakan telah memulai kembali pengayaan uraniumnya hingga tingkat kemurnian 20 persen. Langkah ini tentunya sudah melanggar kesepakatan nuklir negara tersebu dengan sejumlah negara pada 2015.

Mengutip NHK pada Rabu (6/1/2021), seorang sumber dari Badan Nuklir Iran menyampaikan bahwa proses tersebut telah dimulai di sebuah fasilitas nuklir di Fordow, Iran tengah. Perlu diketahui, uranium yang diperkaya hingga tingkat kemurnian 20 persen bisa dengan cepat diubah menjadi uranium kelas senjata.

Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) telah mengonfirmasi bahwa Iran memulai proses menuju pengayaan 20 persen. Langkah terbaru ini dipandang sebagai upaya oleh pemerintah Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden agar secepatnya mencabut sanksi atas Iran.

"Iran hari ini mulai memproduksi uranium yang telah diperkaya hingga 4,1 persen U-235 ke dalam enam kaskade sentrifugal di Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow untuk pengayaan lebih lanjut hingga 20 persen," demikian pernyataan IAEA dalam laporan yang dikirim ke negara-negara anggotanya.

Pemerintah Jepang sendiri telah memberikan tanggapannya terkait dengan upaya yang dilakukan oleh Iran.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato menilai apa yang dilakukan Iran sudah melanggar perjanjian kesepakatan nuklir 2015.

"Pemerintah memiliki keprihatinan yang kuat tentang langkah ini, yang merupakan pelanggaran perjanjian nuklir," tegasnya.

Meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS akibat pengayaan uranium yang dilakukan oleh Iran tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi banyak negara di dunia. Pasalnya, hal tersebut menunjukkan ancaman terjadinya perang nuklir di kemudian hari yang melibatkan dua negara dan akan berdampak bagi kehidupan jutaan manusia di dunia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang iran nuklir
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top