Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kritik Penanganan Covid-19, Jurnalis Warga Dibui 4 Tahun

Zhang diketahui menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah Wuhan dalam sebuah esai pada Februari.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  15:09 WIB
Ilustrasi - Para pengunjung museum Anti-Covid di Wuhan, Provinsi Hubei, Sabtu (21/11/2020), mengamati kandidat vaksin buatan China yang siap memasuki pasaran. - Antara
Ilustrasi - Para pengunjung museum Anti-Covid di Wuhan, Provinsi Hubei, Sabtu (21/11/2020), mengamati kandidat vaksin buatan China yang siap memasuki pasaran. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang jurnalis warga atau citizen journalist dipenjara selama 4 tahun karena memberikan laporan livestreaming soal Covid-19 di Wuhan.  Pengadilan Shanghai menuduh jurnalis warga ini melakukan provokasi.

Laporan langsung dan esai yang dibuat Zhang Zhan telah beredar di media sosial di China sejak Februari. Laporan tersebut langsung menjadi sorotan pemerintah China.

Akibatnya, Pengadilan Shanghai menuduhnya "memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah" dengan laporannya pada masa awal wabah. Sejauh ini, China telah menangkap delapan orang yang melakukan kegiatan serupa.

Beijing bangga dengan cara mereka mengontrol virus sehingga perekonomian mereka rebound di tengah keterpurukan negara lain. Namun, pengawasan informasi menjadi sangat penting bagi pemerintah Beijing untuk mengubah narasi demi kepentingan mereka.

"Zhang Zhan tampak hancur ketika hukuman itu diumumkan," kata Ren Quanniu, salah satu pengacara Zhang seperti dilaporkan Channel News Asia, Senin (28/12/2020).

Dia mengatakan kondisi kesehatan Zhang sangat memprihatinkan lantaran mengancam akan mogok makan jika dirinya dijatuhi hukuman yang berat. Dia juga menderita sakit kepala, pusing, dan sakit perut.

"Ini adalah metode ekstrem untuk memprotes masyarakat dan lingkungan ini,” kata Ren.

Zhang diketahui menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah Wuhan dalam sebuah esai pada Februari.

Dia mengatakan bahwa pemerintah tidak memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat sebelum akhirnya me-lockdown Wuhan.

“Ini adalah pelanggaran HAM luar biasa,” tulisnya.

Leo Lan, konsultan penelitian dan advokasi di LSM Pembela Hak Asasi Manusia China mengatakan otoritas ingin menjadikan kasus Zhang untuk menakut-nakuti para pembangkang lain agar tidak mengajukan pertanyaan tentang situasi pandemi di Wuhan awal tahun ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Wuhan Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top