Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libur Natal dan Tahun Baru, Gubernur Tokyo Desak Warga Pakai Masker di Rumah

Gubernur Tokyo Yuriko Koike dan rekan-rekannya di tiga prefektur tetangga, pada hari Senin lalu (21/12/2020), telah menulis pesan bersama yang mendesak para lansia dan orang-orang dengan masalah kesehatan untuk mengenakan masker di rumah selama liburan Tahun Baru.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  14:40 WIB
Deretan properti di Tokyo, Jepang./Bloomberg - Akio Kon
Deretan properti di Tokyo, Jepang./Bloomberg - Akio Kon

Bisnis.com, JAKARTA - Perjuangan Jepang untuk menahan virus Corona menjelang musim liburan telah mendorong beberapa pemimpin daerah untuk meminta warga melakukan tindakan pencegahan yang lebih ekstrem, yakni mengenakan masker di rumah.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike dan rekan-rekannya di tiga prefektur tetangga, pada hari Senin lalu (21/12/2020), telah menulis pesan bersama yang mendesak para lansia dan orang-orang dengan masalah kesehatan dan mereka yang tinggal bersama kelompok ini untuk mengenakan masker di rumah selama liburan Tahun Baru.

Beberapa prefektur lain, termasuk Fukushima dan Niigata, telah membuat permintaan serupa. Jepang berada dalam cengkeraman gelombang baru Covid-19 saat musim dingin tiba, dengan kasus harian di Tokyo melayang pada level rekor.

Dikutip dari Bloomberg, pihak berwenang di Jepang tidak memiliki kekuatan untuk menegakkan penguncian yang ketat dan mengalami kesulitan meyakinkan orang untuk tetap tinggal, mendorong nasihat tentang memakai masker di rumah untuk mencegah mereka menginfeksi anggota keluarga yang rentan.

Pernah dipuji karena kemampuannya mengendalikan virus Corona tanpa memberlakukan tindakan jarak sosial yang keras, Jepang kini tergelincir. Negara ini berada di peringkat ketujuh pada Peringkat Ketahanan Covid-19 Bloomberg untuk bulan Desember, turun dari peringkat kedua bulan lalu.

Ada tanda-tanda bahwa orang banyak kembali ke distrik kota besar. Meskipun ada 19 persen lebih sedikit orang di area perbelanjaan Ginza Tokyo pada Minggu sore dibandingkan dengan rata-rata tahun sebelumnya. Angka itu naik 3 poin persentase dari minggu sebelumnya, dikutip dari jaringan televisi FNN yang mengunakan perkiraan dari operator seluler NTT Docomo Inc.

Gubernur Koike pada hari Senin mendesak penduduk Tokyo untuk tinggal di rumah selama Tahun Baru, momen di mana keluarga biasanya berkumpul dan mengunjungi kuil. Iluminasi Natal yang menerangi jalan-jalan kota dimatikan lebih awal setiap malam untuk mencegah orang keluar.

Namun, meski Tokyo memiliki rekor 821 kasus harian baru minggu lalu, beberapa wilayah lain mulai melihat kurva mendatar atau bahkan menurun. Prefektur paling utara Hokkaido, yang pertama kali menghadapi gelombang terbaru, melaporkan 110 infeksi pada hari Senin, turun dari puncak 304 pada 20 November 2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top