Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isu Reshuffle Kabinet, Begini Bisikan Budi Gunadi Sadikin ke Jokowi

Wakil Menteri BUMN sekaligus Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin menyatakan krisis ekonomi dunia saat ini disebabkan isu kesehatan, bukan kesalahan penghitungan ekonomi global.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  12:50 WIB
Budi Gunadi Sadikin Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo
Budi Gunadi Sadikin Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri BUMN sekaligus Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin bercerita dirinya selalu menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mendorong orang kesehatan mengambil peran strategis dalam pemulihan ekonomi nasional.

Budi berpendapatan krisis ekonomi dunia saat ini disebabkan karena pandemi Covid-19 atau isu kesehatan masyarakat dan bukan disebabkan karena faktor kesalahan penghitungan ekonomi global.

“Saya menyampaikan ke Bapak Presiden, saya sebagai orang ekonomi tugasnya ada di belakang, tugasnya hanya mengganjal selama masalah kesehatannya belum selesai ya kita yang ganjal,” kata Budi dalam (Musrenbang) Perubahan RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017-2022 yang diadakan secara virtual pada Selasa (22/12/2020).

Dengan demikian, dia meminta kepada Jokowi untuk mendorong peran aktif dan strategis orang-orang kesehatan dalam kebijakan pemulihan ekonomi nasional. Artinya, dia menggarisbawahi, untuk mendahulukan fokus penanganan Covid-19 atau kesehatan masyarakat ketimbang pemulihan ekonomi nasional.

“Jadi orang kesehatan yang harus di depan. Isunya adalah karena kita tiga kali krisis ekonomi dunia kita alami, mindset kita paradigma kita yang lekat di ingatan adalah policy response dari sisi ekonomi. Harusnya di depan policy response dari sisi kesehatan. Masalah nyaman atau tidak nyamannya teman-teman kesehatan maju ya saya wajar,” tuturnya.

Isu perombakan kabinet atau reshuffle kabinet kian santer menjelang pergantian tahun seiring dengan adanya dua pembantu Presiden Jokowi yang terlibat kasus hukum dan harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua posisi menteri yang kosong saat ini ialah Menteri Sosial yang sebelumnya dijabat oleh Juliari P. Batubara, serta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sebelumnya dijabar Edhy Prabowo.

Selain mencari dua calon menteri baru untuk mengisi kekosongan tersebut, Presiden Jokowi juga dikabarkan akan mengganti posisi menteri yang kinerjanya dinilai kurang memuaskan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Salah satu Menteri yang kinerjanya cukup disorot publik ialah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Bahkan, muncul petisi yang dibuat Koalisi untuk Indonesia Bebas Covid-19 kepada Presiden Jokowi untuk mencopot Menkes Terawan yang dinilai gagal melakukan penanganan Covid-19.

“Kami menilai Bapak Terawan Agus Putranto telah gagal sebagai Menteri Kesehatan dalam menangani pandemi ini,” tulis Manik Marganamahendra dari Koalisi untuk Indonesia Bebas Covid-19 dalam petisi tersebut, dikutip Senin (21/12/2020).

Kencangnya dorongan publik terhadap pencopotan Menkes ini kemudian memunculkan nama-nama yang diproyeksikan menggantikan posisi Terawan sebagai Menkes. Salah satu yang santer beredar ialah nama Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi budi gunadi sadikin Reshuffle Kabinet Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top