Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Delapan Roket Hantam Kawasan Kedutaan AS di Irak

Hantaman roket Itu terjadi saat ketegangan meningkat menjelang peringatan satu tahun terbunuhnya seorang jenderal Iran, Qassem Soleimani.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Desember 2020  |  07:18 WIB
Bendera Amerika Serikat - WallpaperCave
Bendera Amerika Serikat - WallpaperCave

Bisnis.com, JAKARTA - Delapan tembakan roket menghantam  kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak meski tidak menimbulkan korban tewas dan kerusakan berat.

Hantaman roket Itu terjadi saat ketegangan meningkat menjelang peringatan satu tahun terbunuhnya seorang jenderal Iran, Qassem Soleimani.

Dia terbunuh  saat berkunjung ke Irak pada 3 Januari 2020 oleh pasukan khusus AS dengan menggunakan drone.

Sebuah tembakan roket menghantam bangunan kedutaan Amerika Serikat di Zona Hijau yang dijaga ketat di Bagdad, kata militer Irak. Serangan itu dikhawatirkan menjadi awal dari kerusuhan baru saat peringatan pembunuhan jenderal tinggi Iran semakin dekat pada bulan depan.

Pernyataan militer Irak menyebutkan bahwa "kelompok terlarang" telah meluncurkan delapan roket yang menargetkan Zona Hijau.

Satu petugas keamanan Irak yang menjaga pos pemeriksaan terluka dan menyebabkan kerusakan material pada beberapa mobil dan kompleks perumahan yang biasanya kosong.

Sistem pertahanan C-RAM di kedutaan AS, yang digunakan untuk menghancurkan rudal di udara, diaktifkan untuk menangkis serangan tersebut, menurut pihak kedutaan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (21/12/2020).

"Kedutaan AS mengkonfirmasi roket yang menargetkan Zona Internasional [Zona Hijau] mengakibatkan keterlibatan sistem pertahanan kedutaan," menurut pernyataan itu.

Disebutkan, bahwa ada kerusakan kecil di kompleks kedutaan.

"Kami menyerukan kepada semua pemimpin politik dan pemerintah Irak untuk mengambil langkah guna mencegah serangan semacam itu dan meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat, menurut pernyataan itu.

Suara gemuruh sistem pertahanan terdengar oleh wartawan Associated Press yang berada di seberang sungai Tigris.

Sistem C-RAM dipasang oleh AS pada pertengahan tahun ketika kelompok bersenjata meningkatkan serangan roket yang menargetkan kedutaan.

AS menarik beberapa stafnya dari kedutaan besarnya di Baghdad awal bulan ini dan untuk sementara waktu mengurangi personel sebelum peringatan pertama serangan udara AS yang menewaskan jenderal tertinggi Iran, Qassem Soleimani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat irak
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top