Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Covid-19, Pemuka Agama Buddha Terapkan Protokol Kesehatan

Pemuka agama Buddha menganjurkan kepada umatnya supaya tidak berkerumun di Wihara guna mencegah penyebaran virus corona.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  17:39 WIB
Cegah Covid-19, Pemuka Agama Buddha Terapkan Protokol Kesehatan
Sejumlah Umat Buddha keluar dari Candi Sewu saat prosesi Sarana Puja Waisak di Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Kriab Prosesi Sarana Puja Waisak dari Candi Lumbung menuju Candi Sewu dengan membawa api alam Mrapen Grobogan dan air suci dari tujuh sumber mata air itu sebagai wujud penghormatan umat Buddha dalam merayakan Waisak 2563 BE/2019. - ANTARA / Aloysius Jarot Nugroho
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak pandemi covid-19 berlangsung, umat Buddha di Indonesia memiliki cara untuk mencegah penyebaran covid - 19

Ketua Dewan Sangha Walubi Bhiksu Dutavira Mahastavira menyebutkan bahwa para pemuka agama Buddha telah menganjurkan kepada umat untuk tidak berkerumun di Wihara guna mencegah penyebaran virus

Kalaupun terpaksa harus ada kerumunan, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. 

"Sewaktu Waisyak, misalnya kami melakukan protokoler kesehatan 300 lebih awalannya, tapi yang boleh ikut kebaktian cuman 25%, ini yang kita lakukan," kata Bhiksu Dutavira dalam dikusi "Agama dan Mitigasi Covid-19", Kamis (10/12/2020).

Dutavira menekankan bahwa umat beragama harus memaknai perubahan yang terjadi saat ini dengan cerdas. Penanaman kesadaran kepada umat atau masyarakat sangat diperlukan.

Pemuka agama juga  harus benar-benar bisa meyakinkan bahwa pandemi yang terjadi saat ini sangat berbahaya. Semua pihak harus saling bahu membahu untuk menyiapkan berbagai mitigasi yang bisa menekan penularan virus tersebut.

Apabila hal itu bisa dilakukan, kata Bhiksu Dutavira, upaya pemerintah yang didukung masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 bisa berlangsung secara efektif.

"Bagaimana kita menanamkan kesadaran agar kita nih,  jangan sampai menjadi penyebab orang dalam bahaya terutama dalam masa pandemi," tegasnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buddha Covid-19 pandemi corona Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top