Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fadli Zon: Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Layak Dicopot

Sindiran Fadli Zon kepada Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya terkait dengan peristiwa tembak mati enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI), Senin (7/12/2020).
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  10:27 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menanggapi peristiwa penembakan Laskar FPI oleh polisi.  -  Tangkapan layar Youtube Fadli Zon Official
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menanggapi peristiwa penembakan Laskar FPI oleh polisi. - Tangkapan layar Youtube Fadli Zon Official

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon melalui mendesak agar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya layak Mayjen TNI Dudung Abdurachman segera dicopot dari jabatannya.

"Kapolda Metro n Pangdam Jaya memang layak segera dicopot," cuit Fadli di akun Twitter resmi miliknya @fadlizon seperti dikutip, Rabu (9/12/2020).

Pernyataan Fadli Zon terkait dengan peristiwa tembak mati enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI) yang tengah bertugas menjaga Habib Rizieq Shihab Senin (7/12/2020).

Melalui akun Twitternya @fadlizon pada Selasa (8/12/2020), dia menyampaikan kicauannya ini setelah pemberitaan yang menyebutkan jika terbukti bersalah dalam kematian enam anggota FPI maka pencopotan Kapolri dan Kapolda patut dicopot.

Melalui YouTube Fadli Zon Official yang berjudul "6 Anggota FPI Ditembak Polisi, Usut Tuntas," politisi ini juga menyindir dan mempertanyakan tindakan polisi melakukan penembakan kepada enam anggota FPI ini.

"Nyawa kelihatannya begitu murah dengan tembakan peluru dari kepolisian, padahal peluru itu datangnya juga dari rakyat, dibiayai oleh rakyat, dan tidak boleh kemudian peluru itu juga menghadang kepada rakyat," ungkapnya seperti dikutip Bisnis pada Selasa (8/12/2020).

Fadli juga kemudian juga mempertanyakan apakah tindakan kepolisian ini telah sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang telah ada. Dimana menurutnya mengikuti atau membuntuti rakyat sipil seperti Habib Rizieq tanpa melalui prosedur yang benar.

Seperti diketahui, Fadli Zon turut menyambut enam jenazah anggota FPI yang diserahkan kepolisian setelah melakukan otopsi pada Selasa malam (8/12/2020). Fadli pun menyayangkan insiden penembakan karena kepolisian melakukan otopsi tanpa meminta izin pihak keluarga terlebih dahulu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polisi kapolda metro jaya Fadli Zon Pangdam Jaya Polisi Tembak Anggota FPI
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top