Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Susi Geram Ada Guru Besar dan Youtuber Sebar Hoaks, Siapa yang Dimaksud?

Susi Pudjiastuti mengunggah sebuah cuitan pada akun twitter pribadinya yang menyebut profesr atau guru besar dan seorang youtuber terkenal tidak seharusnya mengeluarkan hoaks.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  17:14 WIB
Susi Pudjiastuti - Bisnis/Rachman
Susi Pudjiastuti - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti geram karena ada seorang guru besar dan seorang youtuber yang memberikan pernyataan palsu atau hoaks kepada publik.

“Sebaiknya seorang Profesor yg artinya Guru Besar dan Seorang Youtuber/ podcast yg begitu dikenal jangan sesekali ngoceh untuk konsumsi public pernyataan pernyataan bohong alias Hoax .. urusannya adalah kredibility saudara sendiri dan Hukum,” cuitnya melalui akun Twitter pribadinya, @susipudjiastuti, Jumat (4/12/2020).

Kendati tidak menyebutkan nama dari guru besar dan youtuber, tetapi cuitan tersebut merujuk pada sebuah pemberitaan dimana isinya adalah pernyataan Effendi Gazali dalam podcast milik Deddy Corbuzier ihwal kasus korupsi benih lobster.

Effendy yang merupakan Penasihat Ahli Menteri KP semasa dijabat Edhy Prabowo, menyampaikan bahwa ada sindikat besar dibalik penyelundupan benur lobster yang terjadi di Indonesia. Bahkan dia menyebut hal itu terjadi sejak lama bahkan pada masa ketika Susi menjabat Menteri KKP.

Adapun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Edhy Prabowo yang saat itu menjabat Menteri KKP dengan dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi izin ekspor benih lobster.

Lebih dari itu, KPK juga membuka kemungkinan untuk menjerat PT Aero Citra Kargo (PT ACK) dengan delik pidana korporasi hingga dugaan monopoli ekspor komoditas tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Susi Pudjiastuti benih lobster
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top