Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO Kaji Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Penggunaan Darurat

Inggris pada Rabu (2/12/2020) merestui vaksin Covid-19 Pfizer, melangkahi Amerika Serikat dan Eropa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  07:46 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020).  - Antara/Reuters
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (2/12/2020)mengatakan telah menerima data vaksin Covid-19 dari perusahaan Pfizer dan BioNTech dan kini sedang meninjaunya untuk "kemungkinan daftar penggunaan darurat" (EUL).

EUL merupakan patokan bagi negara-negara untuk mengesahkan penggunaan nasional.

Merujuk pada regulator Inggris, Badan Regulasi Obat dan Kesehatan (MHRA), pihaknya melalui pernyataan mengatakan kepada Reuters: "WHO bersama dengan MHRA juga sedang membahas kemungkinan mengakses sejumlah informasi dari penilaian mereka, yang dapat mempercepat daftar penggunaan darurat WHO."

Inggris pada Rabu (2/12/2020) merestui vaksin Covid-19 Pfizer, melangkahi Amerika Serikat dan Eropa untuk menjadi negara Barat pertama yang secara resmi mendukung vaksin, yang katanya akan menjangkau orang-orang yang paling rentan awal pekan depan.

Pakar kedaruratan terkemuka WHO, Mike Ryan, menyambut baik kabar tersebut, menambahkan: "Kita tidak boleh berhenti, kita membutuhkan lebih dari 3-4 vaksin.

"Kita harus menggenjot produksi, kita harus menurunkan harga," katanya melalui acara media sosial.

"Kita memerlukan vaksin satu dosis."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Vaksin Vaksin Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top